Perbedaan antara Hadits Qudsi dan al-Qur`an

image

Hadits atau hadis, adalah perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad yang dijadikan landasan syariat Islam. Hadits dijadikan sumber hukum Islam selain al-Qur’an, dalam hal ini kedudukan hadits merupakan sumber hukum kedua setelah al-Qur’an. 

Hadits qudsi ialah hadits yang berisi perkataan Rasulullah 
 mengenai firman Allah yang diwahyukan secara langsung. Makna hadits ini berasal dari Allah, akan tetapi—berbeda dengan Alquran–, kata-katanya adalah kata-kata Rasulullah. Hadits qudsi ini, sebagian, kemudian disampaikan kepada sahabat-sahabat Rasul yang tertentu. Karenanya, tingkat kesahihan hadits qudsi ini serupa dengan hadits yang lain-lain, dan diukur dengan cara yang serupa pula di atas

Secara sederhana dikatakan hadits qudsi adalah perkataan Nabi Muhammad, tentang wahyu Allah yang diteriadits Qudsiy) salah satu jenis hadits di mana perkataan Nabi Muhammaddisandarkan kepada Allah atau dengan kata lain Nabi Muhammad meriwayatkan perkataan Allah.

Hadits Segala yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad, baik berupa ucapan, perbuatan, persetujuan, atau karakter, kemudian Qudsi  secara bahasa diambil dari kata quddus, yang artinya suci. Disebut hadis qudsi, karena perkataan ini dinisbahkan kepada Allah, al-Quddus, yang artinya Dzat Yang Maha Suci. Secara istilah (terminologis) adalah sesuatu (hadits) yang dinukil kepada kita dari Nabi Muhammad yang disandmanya secara langsung, atau dengan perantaraan malaikatJibril.

Perbedaan antara hadits qudsi dan al-Qur`an

Terdapat perbedaan yang banyak sekali antara keduanya, di antaranya adalah:

1. Bahwa lafazh dan makna al-Qur`an berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sedangkan hadits qudsi tidak demikian, alias maknanya berasal dari Allah namun lafazhnya berasal dari nabi.
2. Bahwa membaca al-Qur`an merupakan ibadah sedangkan hadits qudsi tidak demikian.
3. Syarat validitas al-Qur`an adalah at-Tawâtur (bersifat mutawatir) sedangkan hadîts qudsi tidak demikian.
4. Secara sederhana dapat dikatakan, hadits qudsi adalah wahyu Tuhan yang diterima Nabi Muhammad secara langsung, TANPA perantaraan malaikat Jibril. Sehingga tidak ada kata qul (katakanlah) diawal kalimat dan Allah membahasakan diri-Nya dengan sebutan AKU.
5. Sedangkan Al Qur’an adalah wahyu Tuhan yang diterima Nabi Muhammad lewat perantaraan Malaikat Jibril. Sehingga Jibril membacakan wahyu dengan permulaan kataqul dan Jibril membahasakan Tuhan dengan sebutan nama-Nya, Allah (dan Asmaul Husna lainnya).
6.Hadits qudsi memakai kalimat langsung (orang pertama/Aku), sedang Al Qur’an memakai kalimat orang ketiga 7. Hadits qudsi diturunkan secara “private” (khusus ) kepada Muhammad sebagai nabi, sehinggga tidak disebarluaskan untuk umum, karena bersifat pribadi. Hanya beberapa sahabat terpercaya saja yang menerimanya.
8. Sedangkan Al Qur’an diturunkan kepada Muhammad sebagai rosul, sehingga Nabi Muhammad wajib menyebarluaskannya kepada umatnya dan seluruh umat manusia.Demi kemurnian dan kesucian Al Qur’an, hadits qudsi dan Al Qur’an tidak disatukan dalam satu mushaf. Hadits qudsi dibiarkan berdiri sendiri dan tidak pernah dibukukan (kodifikasi).

image

Jumlah hadits qudsi

Dibandingkan dengan jumlah hadits-hadits nabi, maka hadîts qudsi bisa dibilang tidak banyak. Jumlahnya lebih sedikit dari 200 hadits. Karena Hadits qudsi sebenarnya adalah untuk Muhammad sebagai pribadi nabi, bukan sebagai rosul, maka nabi pun “pilih-pilih” dalam memberikannya kepada sahabat-sahabatnya. Hanya sahabat-sahabat terpilih yang mempunyai kecerdasan tinggi saja yang menerimanya. Karena memang Hadits qudsi bukan untuk konsumsi umum. Sampai sekarang pun masih banyak kalangan umat Islam yang tak mampu menerima “kebenaran” hadits qudsi. Tinggi kandungan “isi”-nya adalah penyebabnya. Hanya sahabat-sahabat khusus saja yang menerima hadits qudsi dari Nabi Muhammad, semisal Sayyidina Ali bin Abu Tholib dan sahabat Abu Hurairah

Lafazh-Lafazh periwayatannya

Bagi orang yang meriwayatkan hadits qudsi, maka dia dapat menggunakan salah satu dari dua lafazh-lafazh periwayatannya:

Rasulullah pada apa yang diriwayatkannya dari Rabb-nya ‘Azza Wa JallaAllah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, pada apa yang diriwayatkan Rasulullah dari-Nya

Contoh hadits-hadits qudsi sebagai berikut:

“Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan persekutuan. Barangsiapa melakukan suatu amalan kemudian dia mempersekutukan diri-Ku dengan yang lain, maka Aku akan meninggalkannya dan meninggalkan sekutunya.” Dalam riwayat yang lain disebutkan: “Maka dia akan menjadi milik sekutunya dan Aku berlepas diri darinya.”Dari Abu Hurairah dari Rasulullah 
 yang meriwayatkan dari Allah Azza wa Jalla: ‘”Tangan Allah penuh, tidak dikurangi lantaran memberi nafkah, baik di waktu siang maupun malam.”‘Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah 
berkata: ‘”Allah ta`ala berfirman: Aku menurut sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Aku bersamanya bila ia menyebut-Ku. Bila menyebut-Ku di dalam dirinya, maka Aku pun menyebutnya di dalam diri-Ku, dan bila ia menyebut-Ku di kalangan orang banyak, maka Aku pun menyebutnya di dalam kalangan orang banyak lebih dari itu.”‘

image

Adword wordards


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s