Terbelahnya Bulan, Muhjizat Nabi Muhammad SAW

image

Terbelahnya bulan adalah salah satumukjizat Muhammad dalam kisah-kisah dan tulisan-tulisan Islam. Peristiwa ini disebutkan dalam hadits dan kisah-kisah umat Muslim pada masa Muhammad sebagaipenyebab turunnya wahyu al-Qur’an surah Al-Qamar ayat 1 dan 2 dan hampir seluruh pengamat Muslim menyepakatinya kebenaran mukjizat tersebut. Tulisan awal mengenai kejadian tersebut ditulis oleh sahabat nabiseperti Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Abdullah bin Masud dan lainnya. Menurut cendekiawan Muslim India, Yusuf Ali, bulan mungkin dapat terbelah lagi saat mendekati hari kiamat. Dia juga mengatakan bahwa mungkin ayat itu dapat juga bermakna alegori, sehingga masalahnya menjadi jelas seperti bulan

Anas RA mengisahkan tentang mukjizat ini, “Penduduk Mekah meminta kepada Rasulullah 
 agar memeperlihatkan kepada mereka sebuah ayat, maka mereka memperlihatkan bulan yang terbelah kepada mereka (penduduk kafir Quraisy Mekkah), maka turunlah ayat:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ (١) وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ (٢) Arti: “Telah dekat hari Kiamat, dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, ‘(Ini adalah) sihir yang terus menerus.'” (QS al-Qamar [54]:1-2

Jubair bin Muth’im RA juga mengatakan, “Bulan telah terbelah pada zaman Nabi 
menjadi 2 bagian; satu bagian di gunung yang satu, dan yang lain berada di sebelahnya. Maka, berkata mereka, ‘Muhammad telah menyihir kita!’ Maka sebagiannya yang lain ada yang berkata, ‘Jika dia betul menyihir kita, maka ia tidak mungkin dapat menyihir semua orang!'”

Kebenaran kisah

Selain dengan adanya dua dalil naqli di atas, Prof. Muhammad Hamidullah (1909-2002) dalam kitabnya, “Muhammad Rasulullah” memberi satu catatan tersendiri mengenai ini. Dia menjelaskan bahwa di Museum Britania,London, ada sebuah manuskrip tua dari Indiadengan nomor induk 2807/152-173 yang bercerita bahwa salah seorang raja Malabar -barat daya di India-, yaitu Chakrawati Farmaspernah melihat bulan terbelah pada zaman Rasulullah 

Dia ceritakan pada orang-orang, hingga pada suatu hari, datang segerombolan pedagang Muslim yang hendak ke Cina, tapi singgah dulu di Malabar. Tatkala mendengar cerita itu, pedagang-pedagang itu meyakinkan bahwa itu adalah mukjizat Rasulullah yang mulia. Akhirnya dia mendatangi Rasulullah, dan kemudian masuk Islam. Dia pulang, tapi sayang, di tengah jalan, ajal menjemput. Kemudian dia dikuburkan di Thafar. Kabar itu kemudian sampai ke Malabar, akhirnya semua penduduknya masuk Islam dan menjadi daerah pertama India yang masuk Islam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s