Inspirasi Hidup Nabi Muhammad SAW Menuju Husnul Khatimah


Shahih al-Bukhari dijelaskan inspirasi hidup menuju  husnul khatimah:

  1. Selalu berdoa dan memohon agar diberikan akhir yang baik, serta menunjukkan perasaan sangat membutuhkan pertolongan Allah. Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam sendiri sering berdoa memohon kepada Allah agar hatinya selalu dikukuhkan dalam agama-Nya. Ummu Salamah menuturkan, “Doa yang paling sering dipanjatkan Rasulullah SAW adalah: يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك “Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.” Nabi saw bersabda kepada Ummu Salamah, “Hai Ummu Salamah, sungguh hati setiap manusia berada di antara dua jari Allah. Maka siapa yang Dia kehendaki, niscaya hatinya akan dikukuhkan-Nya. Dan siapa yang Dia kehendaki maka hatinya akan disimpangkan-Nya.” Mu’adz juga sering membaca firman Allah: Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami.” (Ali `Imran: 8). Diriwayatkan dari Anas r.a.: “Rasulullah sering membaca doa, `Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku pada agama-Mu.’ Maka aku bertanya kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, kami telah beriman kepadamu dan wahyu yang engkau bawa, apakah engkau masih mengkhawatirkan kami?’ Beliau menjawab, ‘Ya, karena sesungguhnya hati itu berada di antara dua jari Allah, Dia akan membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya. ” (At-Tirmidzi). Diriwayatkan, Abdullah ibn ‘Amr ibn al-‘Ash mendengar Rasululah bersabda, “Sesungguhnya semua hati anak Adam itu berada di antara dua jari Sang Rahman bagaikan sekeping hati, Dia akan membolak-balikkannya sekehendak-Nya.” Kemudian Rasulullah membaca doa, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, arahkan hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.’” (Muslim). Beliau juga sering berdoa, “Ya Allah, perbaguslah akhir dari segala urusan kami dan jauhkan kami dari kehinaan dunia dan siksa akhirat. ” (Ahmad). Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah selalu memohon perlindungan dari malapetaka, kesengsaraan, ketentuan yang buruk, dan cemoohan musuh. (Al-Bukhari). Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi seorang muslim agar memperbanyak bacaan doa-doa tersebut yang merupakan salah satu sebab untuk mendapatkan akhir yang baik (husnul khatimah). Di samping itu, hendaknya juga banyak membaca la haula wa Ia quwwata illa billah. Abdullah ibn Qais r.a. berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Hai Abdullah ibn Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu suatu simpanan di antara simpanan-simpanan surga?’ Aku menjawab, ‘Ya, wahai Rasulullah!’ Kemudian beliau bersabda, ‘Bacalah la haula wa la quwwata illa billah,”” (Muslim)
  2. Pendek angan dan cita-cita (hidup realistis) merupakan salah satu sebab seseorang mendapatkan husnul khatimah, sedangkan panjang angan (sering berkhayal) adalah sebab kebalikannya. Seseorang yang berangan pendek akan selalu berusaha mempergunakan waktunya seoptimal mungkin untuk berbuat baik. Oleh sebab itu, Nabi SAW bersabda kepada Abdullah ibn Umar sambil memegang kedua pundaknya, “Jadilah kamu di dunia bagaikan seorang asing atau yang sedang mengembara.  Di lain kesempatan, Ibnu Umar pernah berkata, “Jika kamu ada di waktu sore maka jangan menunggu datangnya pagi, dan jika kamu berada di waktu pagi maka jangan menunggu waktu sore, gunakan waktu sehatmu untuk masa sakitmu, dan gunakan kesempatan di waktu hidupmu untuk mempersiapkan kematianmu.” (Al-Bukhari). Abdullah ibn Mas’ud berkata, “Nabi membuat sebuah garis lingkar membentuk persegi empat dan kemudian membuat satu garis lain di tengahnya sehingga menjulur keluar persegi empat itu. Setelah itu, beliau membuat beberapa garis kecil yang mengarah ke titik tengah dari sisi-sisi garis yang ada di tengah tersebut, lalu beliau bersabda, “Ini (titik tengah) adaIah gambaran manusia, dan ini (garis pinggir persegi empat) adalah ajalnya yang meliputinya atau yang telah meliputinya, sementara ini (garis keluar) adalah hal yang melebihi angannya. Adapun garis-garis kecil ini adalah segala hal yang dialaminya. Jika seseorang terhindar dari salah satunya, maka ia tertimpa oleh yang lainnya, dan jika terhindar dari ini, maka ia akan terkena yang itu. (Al-Bukhari). Abu Hurairah r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Hati seorang tua itu selalu merasa muda dalam dua hal: cinta dunia dan harapan untuk panjang usia.’” (Al-Bukhari). Diriwayatkan dari Anas r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Anak adam pasti mengalami usia tua, akan tetapi ada dua hal yang selalu membuatnya merasa muda: sikap rakusnya terhadap harta dan keinginannya untuk panjang usia.” (Muslim). Maka, seorang muslim selayaknya tidak condong terhadap dunia, karena dunia hanyalah kenikmatan sementara.
  3. Takut kepada Allah dan takut mendapatkan akhir yang buruk (su’ul khatimah). Para salafussaleh sangat khawatir jika diri mereka mendapatkan su’ul khatimah. Namun, kekhawatiran mereka tetap disertai dengan harapan besar akan rahmat dan karunia Allah. Oleh karena itu, mereka selalu berusaha memperbaiki amal perbuatannya, karena rasa khawatir yang disertai harapan dapat mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan baik. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang takut (kepada Allah) maka ia akan bergadang malam; siapa yang bergadang malam maka ia akan sampai ke tempat yang luhur (tujuannya). Ingatlah bahwa sesungguhnya barang perniagaan Allah itu mahal; ingatlah bahwa sesungguhnya barang perniagaan Allah itu adalah surga.” (At-Tirmidzi). Oleh sebab itu, para sahabat dan generasi sesudahnya sangat takut dan sangat berhati-hati terhadap sifat munafik. Karena sebagai seorang mukmin, sepatutnya ia mengkhawatirkan diri dari kemunafikan meski hanya kemunafikan kecil. la juga harus takut jika kemunafikan kecil itu mendatanginya di akhir masa hidupnya sehingga mendorongnya untuk melakukan kemunafikan besar. Dalam Shahih al-Bukhari, Ibrahim al-Taimi berkata, “Aku tidak memalingkan ucapanku dari perbuatanku, tak lain karena aku takut menjadi seorang pendusta.”. Abdullah ibn Abi Mulaikah juga berkata, “Aku mengenal 30 orang sahabat Nabi dan masing-masing sangat mengkhawatirkan dirinya dari kemunafikan. Tak seorang pun di antara mereka yang mengaku bahwa keimanannya setaraf dengan keimanan Jibril dan Mika’il.” Diriwayatkan juga dari al-Hasan, katanya, “Tak ada yang merasa takut terhadap kemunafikan kecuali seorang mukmin, dan tak ada yang merasa tenang dengan kemunafikan kecuali seorang munafik.” Abu Darda juga berkata, “Keyakinanku bahwa Allah akan menerima satu shalatku lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya, karena Allah SWT berfirman, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (pengorbanan) dari orang-orang bertakwa.’” (al-Ma’idah: 27).
  4. Bertobat atas semua dosa dan maksiat dibarengi dengan amal saleh. Sikap menunda-nunda tobat adalah salah satu sebab su’ul khatimah. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman, “Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang beriman, supaya kamu beruntung.” (al-Nur: 31). Dalam ayat lain, Allah berfirman, “Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku-lah Sang Pengampun lagi Sang Penyayang, dan sungguh azab-Ku sangat pedih.” (al-Hijr: 49-50). Seseorang yang telah bertobat dari segala dosa bagaikan orang yang tidak mempunyai dosa sama sekali (Sunan Ibnu Majah). Tentunya tobat ini harus diikuti dengan amal yang baik, sesuai dengan firman Allah SWT, “Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (Thaha: 82). Setelah menjelaskan siksa bagi orang musyrik, orang yang membunuh tidak dengan jalan hak, dan orang yang berbuat zina, Allah juga berfirman, “Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka Allah ganti dengan kebajikan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Furqan: 70). Diriwayatkan dari Anas r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Jika Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba, Dia akan mempekerjakannya.” Beliau ditanya, ‘Bagaimana Allah mempekerjakan seorang hamba, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, “Allah akan membantunya untuk mengerjakan amal saleh sebelum kematiannya.” (At-Tirmidzi). ‘Amr ibn al-Hamaq berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda, “Jika Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba, Dia akan memaniskannya sebelum kematiannya.” Para sahabat bertanya, ‘Apa [maksud] memaniskannya?’ Beliau menjawab, “Akan dibukakan baginya kesempatan untuk melakukan amal saleh menjelang kematiannya sehingga ia diridhai.” (Ibnu Hibban).
  5. Benci terhadap kemaksiatan dan selalu berusaha menjauhinya adalah salah satu sebab seseorang mendapatkan husnul khatimah. Seorang muslim mesti membenci dan menjauhi apa saja yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Karena, jika seseorang selalu berbuat maksiat dan mati dalam kemaksiatan, hal itu dapat menyebabkan akhir yang buruk baginya, bahkan kelak ia akan dibangkitkan dengan apa yang dilakukannya ketika mati. Oleh sebab itu, Nabi SAW bersabda, “Siapa yang mati dalam satu keadaan, maka Allah akan membangkitkannya dalam keadaan tersebut.” (Ahmad)
  6. Sabar menghadapi musibah juga salah satu sebab untuk mendapatkan husnul khatimah, sementara sikap keluh kesah atau nekad bunuh diri adalah satu sebab seseorang mendapatkan suul khatimah. Seorang muslim selayaknya selalu sabar menghadapi berbagai cobaan demi mengharap ridha Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan, setiap perkara kaum muslim semuanya baik, dan itu tidak akan terjadi kecuali pada diri seorang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya; sementara jika ia terkena musibah, ia akan sabar dan itu pun baik baginya.” (Muslim). Tidak diragukan lagi, sikap sabar menghadapi musibah dapat menghapus segala kesalahan dan dosa. Oleh karena itu, seorang hamba sepantasnya untuk bersabar, tetap konsisten, dan selalu mengharap pahala dari-Nya. Nabi saw. bersabda, “Tidak ada seorang muslim yang menderita satu penyakit atau musibah lainnya, kecuali Allah akan menggugurkan semua kesalahannya sebagaimana sebuah pohon menggugurkan dedaunannya.” (Al-Bukhari). Diriwayatkan dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah r.a. bahwa keduanya mendengar Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang mukmin mengalami rasa sakit, rasa letih, dan tertimpa penyakit kecuali dengannya akan dihapuskan segala kesalahannya.” (Muslim)
  7. Selalu berbaik sangka kepada Allah adalah salah satu sebab husnul khatimah, sedangkan berburuk sangka kepada Allah adalah salah satu penyebab suul khatimah. Sepantasnya seorang hamba memahami bahwa Allah tidak akan pernah menzaliminya barang sedikit pun, dan Allah Maha mampu melakukan apa yang disangkakan hamba-Nya. Nabi SAW bersabda, “Allah berfirman, ‘Aku Maha mampu melakukan apa yang disangkakan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya selama ia terus mengingat-Ku…” (Al-Bukhari). Jabir r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda tiga hari sebelum beliau wafat, ‘Janganlah salah seorang dari kalian mati kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah.”
  8. Tahu dan percaya kepada janji Allah yang berupa kenikmatan abadi bagi setiap mukmin. Sebab, mengetahui dan meyakini janji Allah dapat membangkitkan semangat untuk berbuat baik dan teguh dalam ketaatan kepada-Nya. Allah berfirman, “Apa saja yang diberikan kepada kamu, itulah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah kamu memahaminya?” (al-Qashash: 60). Seorang mukmin hendaknya tahu bahwa tempat jiwa-jiwa mukmin ketika memasuki alam Barzakh adalah surga. Diriwayatkan dari Abdurrahman ibn Ka’ab, dari ayahnya, Ka’ab ibn Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya jiwa seorang mukmin itu terbang dan tergantung di pepohonan surga sampai Allah mengembalikannya ke jasadnya pada hari ia dibangkitkan.” (Ahmad) Tempat jiwa syuhada lebih tinggi dari itu. Dalam Sahih Muslim dijelaskan, “Jiwa-jiwa mereka berada dalam paruh burung hijau yang memiliki lampu-lampu yang tergantung di ‘Arsy. Burung-burung itu dilepas dari surga dan beterbangan ke mana saja mereka suka, kemudian mereka kembali bernaung di bawah lampu-lampu tersebut

Sumber:Aiman Mahmud, Semakin Tua Semakin Mulia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s