Mengapa Umat Islam Indonesia Terpecah pecah ?

Menurut Hadist Tirmidzi Nomor 171, Nabi s.a.w diriwayatkan telah bersabda, “Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, dan mereka semua akan berada di neraka kecuali satu golongan.” Para sahabat bertanya “Ya Rasulullah, golongan manakah yang akan selamat tersebut?” Kemudian beliau pun menjawab, “Ia adalah golonganku dan sahabat-sahabatku.” Kondisi umat Islam itu ternyata sudah dinubuatkan oleh Nabi muhammad sejak ratusan tahun yang lalu. Terpecah belahnya umat musim bukan hanya di alami di Dunia tetapi juga di Indonesia. Kehidupan umat muslim Indonesia seperti mulai dikotak kotakkan apalagi saat ini mulai timbul isu muslim nusantara. Para umat pemahaman dan pengetahuan terbatas biasanya hanya bisa pasrah mengikuti panutannya tanpa melihat ajaran yang diikuti secara rasional menurut ajaran Quran dan hadist. Sedangkan umat lain yang berpendidikan ada yang kritis, selalu mencari kebenaran sesuai dengan rasionalitasnya.  Sebagian kelompok lain mengaku yang dipercaya adalah yang paling benar dan lainnya mengkafirkan lainnya.  Melihat fenomena tersebut umat muslim bisa saja melakukan kegiatan sosial keagamaan melalui organisasi agama dan sosial dan menganut pendapat seorang ulama. Selama organisasi atau ulama yang diikuti mengikuti ajaran Quran dan hadist maka selamatlah dia. Tetapi siapapun dia meski ulama yang sudah sepuh atau pemikir Islam modern dengan gelar berderet di belakang namanya karena pendidikan yang sangat banyak maka bila sudah mulai keluar dari ajaran Quran dan Hadist shahih maka sebaiknya segera ditinggalan tanpa harus menyalahkan kelompok atau tokoh panutan tersebut.

Al Quran Dan hadist

  • wp-1453692994159.jpg

 

  • Al-Qur’an berfirman: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Qs. Ali Imran[3]:103)
  • Menurut Hadist Tirmidzi Nomor 171, Nabi s.a.w diriwayatkan telah bersabda, “Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, dan mereka semua akan berada di neraka kecuali satu golongan.”
  • Hadis Ibnu Majah: “Yahudi telah pecah menjadi 71 firqah (golongan). Satu firqah di Jannah, dan 70 firqah di Neraka. Nasrani juga pecah menjadi 72 firqah. 71 firqah di Neraka, dan 1 fir-qah di Jannah. Sungguh, demi Dia yang menguasai diri Muhammad (Allah), umatku ini benar-benar akan pecah menjadi 73 firqah. Satu firqah di Jannah, dan 72 firqah di Neraka.” Maka Rasulullah ditanya, “Siapakah mereka (yang di Jannah itu)?” Jawab Rasulullah, “Al-Jama’ah.” Itulah contoh-contoh dari sejumlah Hadis yang bernada sama; yaitu berbicara tentang perpecahan yang terjadi pada Yahudi dan Nasrani, yang juga terjadi pada umat Islam. Dalam kedua Hadis yang anda kutipkan itu disebutkan bahwa yang selamat dari neraka adalah al-jama’ah.
  • Al-Quran surat Al-An’am [159] : {” Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-nya dan mereka menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu (muhammad) terhadap mereka. Sesungguh-nya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah SWT, Selanjutnya Allah SWT akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.”}.

Fakta Umat Muslim Indonesia

  • wp-1453692994159.jpgMerupakan fakta bahwa Muslim zaman sekarang saling terpecah-belah. Yang menyedihkan adalah bahwa perpecahan tersebut tidak diajarkan oleh Islam sama sekali. Islam mengajarkan untuk menjaga persatuan di antara umat Muslim. Al-Qur’an berfirman: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Qs. Ali Imran[3]:103)
  • Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah tali Allah yang harus dipegang teguh semua Muslim. Ada dua penegasan dalam ayat ini. Selain mengatakan “berpeganglah kamu semuanya” ayatnya kemudian menegaskan, “dan janganlah kamu bercerai-berai.”
  • Dalam ayat ini Allah s.w.t berfirman bahwa kita harus menjauhkan diri kita dari orang-orang yang berpecah-belah dan membuat golongan sendiri.
  • Umat muslim harus menghormati semua ulama besar Islam, termasuk keempat Imam, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, Imam Hanbali, dan Imam Malik (semoga Allah merahmati mereka semua). Mereka adalah ulama-ulama besar dan semoga Allah memberi mereka pahala atas dakwah dan kerja keras mereka. Seseorang bisa saja setuju dengan pandangan dan pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, dll. Tapi ketika ada yang bertanya, “siapakah kamu?”, dia hanya boleh menjawab: “Saya seorang Muslim.”Tapi ketika seseorang yang bertanya kepada seorang Muslim, “siapakah kamu?”, jawaban yang umum adalah “saya seorang Sunni”, “saya seorang Syiah”, “saya seorang Muhammadiyah”“saya seorang NU”atau “saya SIslam Liberal, .” Sebagian lagi menyebut diri mereka Hanafi, Syafi’i, Maliki atau Hanbali. Ada juga yang berkata “Saya Sufi”, sementara yang lain mengatakan “Saya jama’ah Tabligh.”
  • Tercerai berainya umat muslim bukan sekedar perbedaan pendapat tentang pemahaman ajaran Islam, Quran dan Hadist. Tetapi lebih karena saling menyalahkan, mengejek, menghina dan menganggap dirinya atau kelompoknya paling benar (W Judarwanto). Bila ada perbedaan pemahaman tentang Quran dan hadist maka sebaiknya dikomunikasikan bila tidak bisa disatukan sebaiknya tidak saling menyalahkan, menghina dan menganggap dirinya paling benar. Kebenaran itu adalah milik Allah semata

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s