Berkunjung Jarang-jarang Niscaya Bertambahlah Rasa Kasih Sayang


Berkunjung Jarang-jarang Niscaya Bertambahlah Rasa Kasih Sayang

  • Diriwayatkan oleh Ibnu Adi di dalam al-Kamil dari hadits Abu Hurairah, Ibnu Umar, Abu Dzar, Hubaib bin Maslamah, mereka berkata: “Rasulullah saw bersabda: زُرْ غَبًا تَزْدَدْ حُبًا ‘Berkunjunglah dengan jarang-jarang maka cinta kalian akan bertambah.”
  • Diriwayatkan oleh Ibnu Adi dari Ibnu Umar, ia berkata: “Dulu semasa jahiliyah kami sering mengucapkan: ‘Berkunjunglah dengan jarang-jarang, maka cinta kalian akan bertambah.’ Nabi saw, berkata kepada kami: زُرْ غَبًا تَزْدَدْ حُبًا ‘Berkunjunglah dengan jarang-jarang, maka cinta kalian akan bertambah.’

Sababul Wurud Hadits Ke-57:

  • Diriwayatkan oleh Ibnu Adi dari jalan Atha’ ibn Abi Rabah dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda: “Wahai Abu Hurairah, kemarin engkau ada dimana?” Ia (Abu Hurairah) menjawab: “Aku mengunjungi seseorang dari keluargaku.” Dan dalam satu lafazh (ia berkata): “Aku mengunjungi seseorang dari keluargaku dari kaum muslimin.” Beliau bersabda, “Berkunjunglah dengan jarang-jarang, maka cinta kalian akan bertambah.”
  • Diriwayatkan oleh Ibnu Adi dari jalan Ismail bin Wirdan dari Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah saw, pernah keluar dari rumah Aisyah, lalu aku mengikutinya, kemudian beliau keluar dari rumah Ummu Salamah, dan aku pun masih terus mengikutinya. Lalu beliau menoleh ke arahku dan berkata: ‘Wahai Abu Hurairah, berkunjunglah dengan jarang-jarang, maka cinta kalian akan bertambah.'”

Tahqiq ke 57

Hadits Ke-57:

Dan sababul wurudnya diriwayatkan oleh Ibnu Adi dari beberapa jalur:

  • Jalur pertama dan kedua: Dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah 3/1006, dan ia berkata mengenai dua hadits tersebut: “Dua hadits ini beserta sanadnya, keduanya tidak terpelihara.”
  • Jalur ketiga: Dari Hubaib bin Maslamah dari jalan Sulaiman bin Abu Karima, dan ia berkata mengenai pribadinya: “Secara umum, hadits-haditsnya munkar,” 3/1112.
  • Jalur keempat: Dari Abu Hurairah dari jalan Sulaiman bin Kiran, dan ia berkata mengenai pribadinya: “La yahtamil” 2/1138.
  • Jalur kelima: Dari Abu Dzar dari jalan Sulaiman bin Dawud al-Munqary ia adalah dha’if 3/1144.
  • Jalur keenam: Dari Ibnu Amr dari jalan Dhammam bin Ismail, Ibnu Ma’in berkata mengenai pribadinya: “La ba’sa bihi (Tidak mengapa),” 4/1424, dan ia menambah di dalamnya: “Dahulu kami di masa jahiliyah mengatakan…” al-Hadits.
  • Jalur ketuiuh: Dari Abu Hurairah dari jalan Thalhah bin Amr al-Hadhrami. Para ahli hadits melemahkannya. 4/1427.
  • Jalur kedelapan: Dari Abu Dzar dari jalan ‘Uwaid bin Abu Imran al-Juni, para ahli hadits melemahkannya 5/2019.
  • Jalur kesembilan: Dari Abu Hurairah dari jalan Muhammad dari jalan Muhammad bin Abdul Malik al-Anshari, dia adalah dha’if. 6/2169.

Adz-Dzahabi memaparkannya di dalam kitab: Mizan al-I’tidal 4/391 dari jalan Yahya bin Abdullah bin Kulaib dari Abu Hurairah, kemudian ia berkata setelahnya, aku berkata: “Ini adalah batil, boleh jadi ini bagian dari kedustaan Ibnu Kulaib.”

As-Sakhawi di dalam al-Maqashid al-Hasanah menyebutkan bahwa hadits tersebut diriwayatkan oleh al-Bazzar dan al-Harits bin Abu Usamah di dalam Musnad mereka, dan masing-masing dari jalur yang kedua; Abu Nu’aim di dalam al Hilyah dari hadits Thalhah bin Amr bin ‘Atha’ bin Abi Rabah dari Abu Hurairah secara marfu’; begitu juga diriwayatkan oleh al-Askari di dalam al-Amtsal; al-Baihaqi di dalam asy-Syu’ab 232, lihat Kasyful Khafa, 1/528; dan hadits tersebut disebutkan oleh Abu Nu’aim al-Ashbahani di dalam kitabnya Akhbar Ashbahan 1/143, dari jalan Abu Zubair dri Jabir.



Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s