19 Ulumul Quran. Ilmu Mempelajari Al Quran


Ilmu al-Qur’an atau ‘Ulumul Qur’an adalah pembahasan-pembahasan yang berkaitan dengan al-Qur’an. Sebagian pokok-pokok pembahasan ilmu al-Qur’an dapat ditinjau dari segi turunnya ayat, urut-urutan ayat, pengumpulan ayat, penulisan ayat, pembacaan ayat, tafsir ayat, i’jaz, nasikh dan mansukh, atau bantahan terhadap hal yang menyebabkan keraguan terhadap al-Qur’an. 

Menurut az-Zaqrani, Ilmu al-Qur’an terdiri dari 

    • Ilmu Auqat wa Mawathin an-Nuzul. Auqat wa Mawathin an-Nuzul adalah ilmu Al-Qur’an yang mempelajari waktu dan tempat turunnya ayat Al-Qur’an. Auqat wa Mawathin an-Nuzul berasal dari dua kata, yaitu Auqat yang artinya “waktu-waktu” dan Mawathin artinya “tempat-tempat”. Dalam pembahasannya, bidang ilmu dibagi menjadi beberapa bagian, di antaranya: tertib masa turun ayat, tertib tempat turun ayat, tertib mahdu’ yang dibicarakan ayat yang diturunkan, tertib orang yang dihadapi nabiMuhammad saat ayat diturunkan. Tujuan ilmu ini adalah: Untuk mengetahui marhalah-marhalah dakwah Islam dan langkah-langkah yang ditempuh Al-Qur’an.Untuk mengetahui kesesuaian ayat-ayat Al-Qur’an dengan lingkungan Mekkah dan Madinah.Untuk mengetahui uslub-uslub Makkiyah dan Madaniyah dalam menghadapi objek dakwah.Untuk menolak keraguan seseorang tentang keaslian Al-Qur’an.
    • Asbabun-nuzul. Asbābun Nuzūl (Arab: اسباب النزول, Sebab-sebab Turunnya (suatu ayat)) adalah ilmu Al-Qur’anyang membahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab suatu atau beberapa ayat al-Qur’an diturunkan. Pada umumnya, Asbabun Nuzul memudahkan para Mufassir untuk menemukan tafsir dan pemahaman suatu ayat dari balik kisah diturunkannya ayat itu. Selain itu, ada juga yang memahami ilmu ini untuk menetapkan hukum dari hikmah di balik kisah diturunkannya suatu ayat. Ibnu Taimiyyah mengemukakan bahwa mengetahui Asbabun Nuzul suatu ayat dapat membantu Mufassir memahami makna ayat. Pengetahuan tentang Asbabun Nuzul suatu ayat dapat memberikan dasar yang kukuh untuk menyelami makna suatu ayat Al-Qur’an. Kegunaan Asbābun Nuzūl untuk menjelaskan hikmah tentang pensyariatan terhadap hukumUntuk mengkhususkan hukum yang bersifat umum
    • Tawarikh an-Nuzul Tawarikh an-Nuzul adalah ilmu Al-Qur’an yang menjelaskan masa dan tertib turunnya ayat al-Qur’an satu demi satu dari awal hingga akhir. Yang termasuk dalam Tawarikh an-Nuzul adalah ayat yang diturunkan pertama hingga terakhir, ayat yang diturunkan berulang-ulang, ayat yang diturunkan sekaligus atau terpisah, ayat yang pernah diturunkan kepada nabisebelum Muhammad, dan ayat yang belum pernah diturunkan sebelumnya. Pada umumnya, ilmu ini digunakan para penafsir al-Qur’an untuk mengetahui marhalah marhalah dakwahIslam secara rinci. Kegunaan lain adalah untuk mengetahui asas Tasyri’iyah. Dan yang paling penting adalah untuk menolak argumen orang-orang atau kelompok tertentu yang ingin menggoyahkan iman umat Muslim terhadap al-Qur’an.
    • Adabi Tilawat al-Qur’an. Adabi Tilawat al-Qur’an adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas tata cara dan aturan seseorang dalam membaca Al-Qur’an dari segi kondisi lahir maupun batin.[
    • Tajwid al-Qur’an. Tajwīd (تجويد) secara harfiah bermakna melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan, tajwid berasal dari kata Jawwada (جوّد-يجوّد-تجويدا) dalam bahasa Arab. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Quran maupun bukan. Adapun masalah-masalah yang dikemukakan dalam ilmu ini adalah makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf), shifatul huruf (cara pengucapan huruf), ahkamul huruf (hubungan antar huruf), ahkamul maddi wal qasr (panjang dan pendek ucapan), ahkamul waqaf wal ibtida’ (memulai dan menghentikan bacaan) dan al-Khat al-Utsmani. Pengertian lain dari ilmu tajwid ialah menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan ayat al-Quran. Para ulama menyatakan bahwa hukum bagi mempelajari tajwid itu adalah fardhu kifayah tetapi mengamalkan tajwid ketika membaca al-Quran adalah fardhu ain atau wajib kepada lelaki dan perempuan yang mukallaf atau dewasa
    • Fawatih as-Suwar. Fawatih as-Suwar adalah ilmu Al-Qur’an yang membicarakan kalimat-kalimat pembuka suatu surah. Ilmu ini cenderung mempelajari arti dan tafsir kalimat-kalimat tersebut.
    • Qira’at al-Qur’an. Qira’at al-Qur’an adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas perbedaan lafaz wahyu, baik dari segi menulisnya maupun membacanya.
    • Rasm al-Qur’an. Rasm Al-Qur’an atau adalah ilmu yang mempelajari tentang penulisan Mushaf Al-Qur’an yang dilakukan dengan cara khusus, baik dalam penulisan lafal-lafalnya maupun bentuk-bentuk huruf yang digunakan. Rasimul Qur’an dikenal juga dengan sebutan Rasm Al-Utsmani, Khalifah Usman bin Affan memerintahkan untuk membuat sebuah mushaf Al-Imam, dan membakar semua mushaf selain mushaf Al-Imam ini karena pada zaman Usman bin Affan kekuasaaan Islam telah tersebar meliputi daerah-daerah selain Arab yang memiliki sosio-kultur berbeda. Hal ini menyebabkan percampuran kultur antar daerah. Sehingga ditakutkan budaya arab murni termasuk di dalamnya lahjah dan cara bacaan menjadi rusak atau bahkan hilang tergilas budaya dari daerah lainnya. Implikasi yang paling ditakutkan adalah rusaknya budaya oral arab akan menyebabkan banyak perbedaan dalam membaca Al-Qur’an
    • Gharib al-Qur’an. Gharib al-Qur’an ilmu Al-Qur’an yang membahas mengenai arti kata dari kata-kata yang ganjil dalam Al-Qur’an yang tidak biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari.
    • I’rab al-Qur’an
    • I’rab al-Qur’an adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas kedudukan setiap kata dalam susunan kalimat (ta’bir), untuk mengetahui arti dan makna suatu ayat.

    • Bada’i al-Qur’an. Bada’i al-Qur’an adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas keindahan bahasa dalam susunan Al-Qur’an baik mengenai sastra, keistimewaan, uslub, dan susunan kalimat-kalimatnya
    • Ma’rifatil Muhkam wa al-Mutasyabih. 
    • Ma’rifatil Muhkam wa al-Mutasyabih adalah ilmu Al-Qur’an yang menyatakan ayat-ayat mana yang dipandang muhkam atau mutasyabih

    • Naskh wa al-Mansukh

    • Tanasubi Ayat al-Qur’an
    • Tanasubi Ayat al-Qur’an adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas penyesuaian atau hubungan antara satu ayat Al-Qur’an dengan ayat lain, baik yang ada di depannya atau dibelakangnya. Ilmu ini bersifat itjihad, bukan tauqif.

    • Wujh wa an-Nazha’ir
    • Wujh wa an-Nazha’ir adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas kata-kata dalam Al-Qur’an yang memiliki banyak arti dan makna yang dimaksud dalam suatu ayat. Wujh adalah lafal yang digunakan untuk beberapa makna, sedangkan an-Nazha’ir adalah lafal-lafal yang berhampiran maknanya.

    • Amsal al-Qur’an
    • Amsal al-Qur’an adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas perumpamaan-perumpamaan yang terdapat dalam Al-Qur’an dengan mensyarah ayat-ayat perumpamaan yang ada di dalamnya.

    • Jidal al-Qur’an
    • Jidal al-Qur’an adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas tentang bantahan Al-Qur’an terhadap orang yang mengingkari seruan dan keterangan-keterangannya

    • Qasas al-Qur’an
    • Qasas al-Qur’an adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas tentang kisah-kisah umat-umat dan nabi-nabi terdahulu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi semasa Al-Qur’an diturunkan. Faedah ilmu ini diantaranya: menjelaskan dasar-dasar dakwah yang disampaikan para nabi, sebagai penguat hati seorang muslim, dan menarik perhatian pendengarnya

    • Aqsam al-Qur’an
    • I’jaz al-Qur’anl  I’jaz al-Qur’an adalah ilmu Al-Qur’an yang membahas kekuatan susunan lafal dan kandungan Al-Qur’an, hingga dapat mengalahkan ahli-ahli bahasa Arab dan ahli-ahli lain.

    • Tafsir al-Qur’an. Tafsir Alquran adalah ilmu pengetahuan untuk memahami dan menafsirkan yang bersangkutan dengan Alquran dan isinya berfungsi sebagai mubayyin (pemberi penjelasan), menjelaskan tentang arti dan kandungan Alquran, khususnya menyangkut ayat-ayat yang tidak di pahami dan samar artinya. Kebutuhan umat Islamterhadap tafsir Alquran, sehingga makna-maknanya dapat dipahami secara penuh dan menyeluruh, merupakan hal yang mendasar dalam rangka melaksanakan perintah Allah(Tuhan dalam Islam) sesuai yang dikehendaki-Nya.

    Sedangkan Imam as-Suyuthi memperluas ilmu al-Qur’an dengan menambahkan 

    • ilmu alam
    • Kedokteran
    • Handasah

      Referensi

      • Hamzah, Muchotob (2003). Studi Al-Qur’an Komprehensif. Yogyakarta: Gama Media ISBN 979-95526-1-3
      • Az-Zaqrani, Muhammad Abdul Adzim. Manahilul ‘Irfan fi ‘Ulumul Qur’an. Kairo

        Advertisements

        Leave a Reply

        Fill in your details below or click an icon to log in:

        WordPress.com Logo

        You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

        Google+ photo

        You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

        Twitter picture

        You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

        Facebook photo

        You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

        Connecting to %s