Aneh, Relawan 212 Pendukung Jokowi. 212 Dulu Dihujat dan Dihambat Sekarang Diembat

Sekelompok pendukung Presiden Joko Widodo membentuk organisasi Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia (Renas 212 JPRI) untuk mendukung pencalonan kembali Jokowi sebagai Presiden RI 2019-2024. Pembentukan organisasi pendukung Jokowi memakai nama 212 tampaknya hal yang aneh dan menggelikan. Melihat kisah sejarah aksi bela Islam 212, sebenarnya untuk menentang dan menuntut penuntasan kasus hukum penistaan agama oleh Ahok. Saat itu justru dihambat dan dilakukan pelarangan yang represif terhadap aksi umat Islam itu oleh rezim pemerintahan dan dibully para pendukungnya. Meski aksi itu dihambat oleh rezim pemerintahan Jokowi ternyata tetap berlangsung dan didukung jutaan umat muslim yang turun langsung. Tampaknya dalam medsos hampir sebagian besar umat muslim secara moral mendukung aksi itu. Tapi sekarang para pendukung Jokowi yang sebelumnya memfitnah, membully dan menghina aksi umat Islam itu jutsru memakai nama 212 sebagai kendaraan politiknya untuk mendukung presiden Jokowi. Inilah tampilan politik di Indonesia tampaknya harus mengjalalkan segala cara. Dulu 212 dihambat dan dihujat sekarang diembat. Hal itulah yang membuat pelaku politik itu kadang menggelikan.

Pembentukan organisasi Renas 212 JPRI untuk mendukung pencalonan kembali Presiden Joko Widodo sebagai calon Presiden periode 2019-2024 di Pemilu Presiden 2019. Organisasi ini akan segera dideklarasikan bulan Maret ini,” ujar Koordinator Nasional Renas 212 JPRI, Nasir, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Nasir mengatakan, pihaknya akan segera berkordinasi dengan Kepala Kantor Staf Kepresidenan soal rencana pembentukan organisasi ini. Dia mengatakan jumlah anggota Renas 212 JPRI akan mencapai lima juta relawan inti yang tersebar di 34 provinsi. Jumlah relawan tersebut, menurut Nasir, cukup untuk memenangkan Jokowi sebagai Presiden RI untuk periode kedua pada Pilpres 2019. Lebih jauh dia mengungkapkan pembentukan organisasi Renas 212 JPRI juga untuk mengimbangi soal isu-isu kedekatan Jokowi dengan umat Islam, ulama dan umaroh. “Renas 212 JPRI hadir untuk menunjukkan kepada rakyat bahwa umat Islam masih dan tetap ingin dipimpin Presiden Jokowi,” jelas Nasir. Dia menekankan sebagai pemimpin negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia komitmen ke-Islaman Jokowi tak perlu diragukan lagi.

Upaya pendukung Jokowi dengan memakai label muslim 212 ini menjadi cibiran dan bahan teRtwaaan dunia politik Indonesia. Bila hal utu tisak dicermati justru bukan menaikkan citra Jokowi di hadapan jmat muslim justru sebaliknya malah akan jadi bahan gunjingan dan pada akhirnya akan menjatuhkan kredibiltas Jokowi di mata umat muslim Indonesia.

Langkah yang dilakukan Jokowi dan pendukungnya tampaknya sudah terlambat jauh. Saat keadilan yang diterima umat muslim seperti tindakan penolakan Jokowi terhadap aksi 411 yang berkunjung ke istana, tindakan represif terhadap aksi 212, kriminalisasi ulama, teror pada ustadz dan ulama, ketidak adilan hukum terhadap umat muslim membuat luka menganga yang tampaknya sulit disembuhkan. Seharusnya kalau dari awal pejabat pemerintah dan polisi saat aksi 411, 212 dan aksi lainnya tidak menghambat dan tidak melakukan tindakan represif maka dengan spontanitas tinggi umat muslim akan mendukung Jokowi. Atau bila saat dahulu Jokowi tidak menghindar saat aksi 414 sowan ke istana maka trauma umat muslim mungkin masih bisa disembuhkan. Tampaknya nasi sudah menjadi bubur. Memori aksi bela Islam 414, 212 dan berbagai tindakan keadilan pada umat muslim tampaknya luka yang sulit disembuhkan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s