Prof DR Amien Rais: Saya Kasih Kartu Merah untuk Jokowi, Puji Kartu Kuning Ketua BEM

wp-1523052735958..jpg

Prof DR Amien Rais: Saya Kasih Kartu Merah untuk Jokowi, Puji Kartu Kuning Ketua BEM

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Prof DR Amien Rais memuji aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Zaadit Taqwa mengacungkan kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo. Namun, ia menilai kartu kuning sebenarnya tak cukup. “Kalau saya bukan kartu kuning, saya kasih kartu merah (untuk Jokowi),” kata Amien usai menghadiri diskusi ‘Kartu Kuning’ dan Gerakam Mahasiswa Zaman Now’ yang digelar di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Amien Rais memuji aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Zaadit Taqwa yang mengacungkan “kartu kuning” kepada Presiden Joko Widodo. “Saya melihat kehebatan Zaadit Taqwa ini memecah kebuntuan ketakutan yang sudah sedemikian merata,”

Amien menilai kartu merah tepat diberikan ke Jokowi, apalagi menjelang pemilu presiden 2019. Ia berharap Jokowi tak melanjutkan kepemimpinannya sampai dua periode. “Jadi dikeluarkan dari lapangan demokrasi, dicari yang lebih unggul, lebih bagus,” kata Amien. Amien menilai, di sisa usia pemerintahan yang tinggal satu tahun ini, Jokowi telah gagal menyejahterakan rakyat.

Ekonomi yang dibangun menurut dia hanya menguntungkan golongan kaya raya dan asing. Ia mencontohkan proyek Meikarta dan juga reklamasi teluk Jakarta yang dalam pembangunannya menabrak sejumlah aturan.

“Itu jelas bukan untuk bangsa indonesia, dari sisi harganya, dari peruntukannya, itu jelas untuk Singapura, Shenzhen, Shanghai, Beijing, dan lain-lain. Itu jelas sekali,” kata Amien.

Aksi kartu kuning kepada Jokowi terjadi pada Jumat (2/1/2018) lalu. Saat itu, Jokowi masih berada di atas panggung usai memberikan sambutan di acara Dies Natalies UI di Kampus UI, Depok. Saat sesi foto bersama, tiba-tiba saja Ketua BEM UI Zaadit Taqwa mengacungkan kartu kuning kepada Presiden Joko Widodo sambil meniup peluit. Kartu kuning diberikan sebagai peringatan ke Jokowi atas berbagai masalah yang terjadi, mulai dari gizi buruk di Asmat yang menewaskan puluhan orang hingga wacana pemerintah hendak mengangkat penjabat Gubernur dari Polri.

Prof Amin Puji Ketua BEM

Prof DR Amien Rais memuji aksi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Zaadit Taqwa yang mengacungkan “kartu kuning” kepada Presiden Joko Widodo. “Saya melihat kehebatan Zaadit Taqwa ini memecah kebuntuan ketakutan yang sudah sedemikian merata,” kata Amien Rais dalam diskusi ‘Kartu Kuning’ dan Gerakan Mahasiswa Zaman Now’ yang digelar di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Amien mengatakan, aksi yang dilakukan Zaadit merupakan sebuah aksi yang berani. Namun, aksi mengacungkan kartu kuning sambil meniupkan peluit itu berhasil membuat hentakan. Sebab, aksi itu dilakukan langsung di hadapan Jokowi saat ia menghadiri Dies Natalis di Kampus UI beberapa waktu lalu. “Tapi itu kan Pak Dodo sudah selesai (memberi sambutan) baru dia nyemprit. Kalau tengah-tengah (sambutan) agak kurang ajar. Tapi itu sudah selesai. Saya kira dipidanakan juga tidak bisa,” kata Amien. Amien Rais berharap, aksi Zaadit tersebut bisa jadi pemicu bagi mahasiswa dan aktivis lain untuk terus bersikap kritis terhadap pemerintah. Ia berharap mahasiswa tidak tunduk pada kekuasaan. “Ketika semua melempem muncul Zaadit ini. Ini jadi pemicu. saya harap akan terus menggelinding. Dan saya walau sudah tua akan tetap ikut bersama,” ucap Amien. Mantan Ketua MPR itu menambahkan, tuntutan yang disampaikan BEM UI kepada Jokowi masih tergolong minim.

Dalam tuntutannya, BEM UI hanya menyampaikan tiga hal, yakni terkait gizi buruk di Asmat, dwifungsi TNI-POLRI dan aturan soal Organisasi Mahasiswa. Harusnya, kata Amien, lebih banyak lagi tuntutan yang bisa disampaikan oleh mahasiswa UI kepada Jokowi. Misalnya, terkait permasalahan ekonomi yang membuat kehidupan rakyat semakin sulit. “Tapi saya kira bangsa ini terima kasih ke Zaadit. Bahwa yang dikasih peringatan dari UGM, ya saya bangga. Jangan malu-maluin UGM lah ya,” kata alumnus UGM ini disambut tawa hadirin. Sebelumnya, Generasi Muda DPP PAN memberikan “Kartu Hijau” untuk kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. Aksi itu sebagai bentuk apresiasi atas kerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. “Kartu merah stop, kartu kuning peringatan, ada pelanggaran, kalau kartu hijau jalan terus. Kita dukung (Jokowi) menuntaskan agendanya sampai 2019,” ujar Ketua Departemen Kominfo DPP PAN, Rizki Aljupri di The Atjeh Connection SCBD, Jakarta, Selasa (6/2/2018). Dengan dukungan yang diberikan, Rizki berharap Jokowi akan bisa menuntaskan berbagai program kerjanya sampai akhir masa pemerintahan tahun 2019. “Semoga banyak yang bisa dituntaskan. Kita sedih kok minim sekali apresiasi kepada pemerintah. Padahal sudah banyak prestasi yang diraih,” kata dia.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s