Bila Umat Peduli Politik Pemimpinnya Akan Peduli Islam: Ketika Ahok Tidak Berani, Anis Tegas Tutup Alexis

Bila Umat Peduli Politik Pemimpinnya Akan Peduli Islam: Alexis Ditutup Gubernur Anis Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemprov DKI Jakarta, memutuskan tidak memperpanjang izin usaha Hotel Alexis. Menurutnya, hotel yang sudah sejak lama menjadi sorotan dan meresahkan warga Jakarta itu dilarang membuka dan melakukan kegiatan apapun. “Dari sini (penutupan Alexis) kita belajar bahwa tegas itu soal sikap dan tindakan bukan bentak-bentak. Anies-Sandi menjadi harapan baru warga Jakarta bahwa masih ada pemimpin yang teguh memegang dan melaksanakan janji-janji saat kampanye,” kata Fahira Idris seperti yang dilansir tribun news, Selasa (31/10/2017).

Kebijaksanaan gubernur dan wagub DKI yang saat Pilkada DKI 2017 didukung mayoritas muslim mengalahkan kompetitor ternyata membuahkan hasil bagi kepentingan agama dan umat. Beberapa kepentingan umat muslim menjadi lebih diperhatikan. Selain pemberian gaji untuk guru ngaji hal lain adalah pemasangan gema adzan di lingkungan kantor pemprov, pembuatan mushola di setiap stasiun trans Jakarta, dioperbolehkan Monas untuk kegiatan agama, penutupan alexis dan masih banyak lagi. Tampaknya kepedulian umat muslim Jakarta terhadap politik berbuah hasil dengan pedulinya pemimpin yang dipilihnya terhadap umat dan agamanya. Seharusnya hal ini menjadi pengalaman umat muslim ke depan saat memilih pemimpin lainnya terutama dalam Pileg dan Pilpres 2019. Pemimpin harus yang peduli umat bukan malah yang melakukan represif terhadap umat, rajin melakukan isu anti NKRI dan anti Pacasila terhadap umat, rajin melempar hoax bahwa umat minoritas tertindas, melakukan kriminalisasi ulama dan berbagai ketidak adilan hukum, ekonomi dan sosial bagi umat mayoritas.

Anggota DPD RI daerah pemilihan Jakarta ini menyindir gubernur sebelumnya yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menurutnya hanya membuat kegaduhan. “Setelah hanya dijadikan wacana oleh gubernur sebelumnya, tanpa gembar-gembor apalagi buat kegaduhan, akhirnya kegiatan di hotel ini berhenti,” kata Fahira. Dirinya menambahkan, tidak menyangka janji menutup Alexis bisa direalisasikan secepat ini. Meskipun sudah menjadi rahasia umum diduga kuat ada praktik yang melanggar hukum di hotel ini. Tetapi dari gubernur ke gubernur, termasuk saat DKI Jakarta dipimpin Ahok, Alexis tetap gagah berdiri. Ini (Keputusan Anies-Sandi menutup Hotel Alexis) akan menjadi catatan sejarah bagi Jakarta dan menjadi peringatan bagi pengusaha hiburan malam lain agar jangan coba-coba menjadikan lokasi usahanya menjadi tempat prositusi dan peredaran narkoba.

wp-1523050562084..jpg

Lain Ahok Lain Anis, Pemimpin Pilihan Umat Tegas Peduli Agama

Hotel Alexis mulai ramai dibicarakan kala Gubernur DKI jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membongkar prostitusi Kalijodo. Sejumlah pihak menantang Ahok tak hanya bongkar prostitusi kelas teri, tetapi kelas kakap seperti Alexis. Ahok pernah mengakui bisnis prostitusi di Ibu Kota memang sulit dihapuskan. Mulai dari prostitusi kalangan menengah bawah seperti di Kalijodo, hingga di hotel-hotel berbintang diJakarta banyak menyediakan bisnis lendir tersebut. Hotel tersebut, menurut Ahok menawarkan prostitusi bagi kalangan menengah ke atas. Lantai 7 diketahui menjadi lokasi prostitusi di hotel itu. “Di hotel-hotel itu ada enggak prostitusi? ada, prostitusi artis di mana? di hotel. Di Alexis itu lantai 7 nya surga dunia loh (prostitusi). Di Alexis itu bukan surga di telapak kaki ibu loh, tetapi lantai 7,” kata Ahok. Ahok menyebut pihaknya tidak dapat menutup Alexis. Ahok bahkan mengatakan hotel Alexis bukanlah lokalisasi. Karena, izin usaha untuk tempat hiburan, bukan untuk lokalisasi. “Alexis bukan lokalisasi, itu lokalisasi tanda kutip. Sama aja ada artis ketangkap di hotel, hotel mewah ditutup enggak hotelnya? Enggak juga,” katanya. Selama ini, Ahok beralasan pemprov DKI tidak dapat menutup hotel itu karena tidak memiliki cukup bukti bahwa di sana terdapat praktik prostitusi. Ahok pun menantang siapapun yang dapat membuktikan bahwa hotel Alexis terdapat bisnis lendir, maka akan langsung ditutup. “Ya kita tutup, sekarang kamu tinggal kasih bukti, kamu mau enggak nyusup situ kasih bukti? Kalau di situ terjadi transaksi,” tegas mantan politisi Gerindra. Ditambahkannya, dia menilai hotel Alexis telah menjadi rahasia umum terdapat indikasi praktik prostitusi. Namun tetap saja belum ada bukti yang membenarkan hal itu. Kendati demikian, Ahok pun menyatakan tidak melarang prostitusi di Jakarta. Dia menjelaskan praktik haram itu bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Asalkan prostitusi berada di lokasi yang tepat dan tidak menyebarkan penyakit sosial di lingkungan masyarakat. “Makanya bagi kita saya katakan, prostitusi saya tidak melarang. Apa di hotel di rumah anda tidak terjadi prostitusi? Ya kan? Apakah orang punya simpanan tidak menyalahi hukum agama?,” terangnya. “Kalau saya patokannya sederhana, kalau kotoran berserakan itu bau dan enak dipandang tetapi kalau toilet itu enak,” sambung mantan Bupati Belitung Timur ini.

Era Ahok pun berakhir. Gubernur baru Anies Baswedan piluhan umat yang peduli agama dan unmatnya langsung ditagih janji kampanye yaitu menutup Alexis. Anies-Sandi akan mengabaikan pihak-pihak yang mengatakan bahwa penutupan Alexis akan mengurangi pendapatan daerah dari bidang kepariwisataan dan meminta ŕpenutupan ini ditinjau ulang. Tidak ada dampak yang berarti bagi PAD Jakarta dengan ditutupnya Alexis. Bahkan jika ada puluhan hotel seperti Alexis yang ditutup juga tidak akan ada dampak apa-apa bagi pemasukan DKI Jakarta karena memang yang mereka berikan tidak signifikan. Dirinya juga berpesan kepada pengusaha tempat hiburan malam lain, tidak perlu cemas. Hal ini pelajaran penting bagi seluruh warga Jakarta dan warga Indonesia. Selama ada pemimpin yang peduli umat Islam, bila anda tidak melanggar hukum dan tidak menjadikan usaha Anda menjadi tempat prostitusi atau peredaran narkoba, usaha Anda akan aman,

wp-1523409244367..jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s