Ketika Umat Muslim Peduli Politik Pemimpinya Peduli Islam: Adzan Berkumandang di Seluruh Lingkungan Kantor Pemprov DKI

 

Ketika Umat Muslim Peduli Politik Pemimpinya Peduli Islam: Adzan Berkumandang di Seluruh Lingkungan Kantor Pemprov DKI

Semenjak Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno memasuki lingkungan Balai Kota, kompleks kantor mereka tersebut mengalami banyak perubahan. Mulai dari cat dinding yang baru hingga kumandang azan yang dapat terdengar hingga ke sudut-sudut ruangan melalui pengeras suara. Speaker berukuran kecil dipasang di ujung-ujung atap Balairung, yang menjadi ruang utama Blok B Balai Kota, Selasa (24/10). Dengan menggunakan tangga, para pekerja yang ditugaskan Bagian Rumah Tangga (BRT) Biro Umum DKI Jakarta mengikatkan pengeras suara tersebut. Tak berselang lama, kumandang azan terdengar di seluruh penjuru Blok B yang berasal dari Masjid Fatahillah kompleks Balai Kota. Ternyata, sudah tiga hari ini, tepatnya Jumat (27/10) suara azan terdengar sangat jelas. Selain itu juga di gedung Blok G, F, dan H kawasan Balai Kota juga terdengar jelas.

Kebijaksanaan gubernur dan wagub DKI yang saat Pilkada DKI 2017 didukung mayoritas muslim mengalahkan kompetitor ternyata membuahkan hasil bagi kepentingan agama dan umat. Beberapa kepentingan umat muslim menjadi lebih diperhatikan. Selain pemberian gaji untuk guru ngaji hal lain adalah pemasangan gema adzan di lingkungan kantor pemprov, pembuatan mushola di setiap stasiun trans Jakarta, dioperbolehkan Monas untuk kegiatan agama, penutupan alexis dan masih banyak lagi. Tampaknya kepedulian umat muslim Jakarta terhadap politik berbuah hasil dengan pedulinya pemimpin yang dipilihnya terhadap umat dan agamanya. Seharusnya hal ini menjadi pengalaman umat muslim ke depan saat memilih pemimpin lainnya terutama dalam Pileg dan Pilpres 2019. Pemimpin harus yang peduli umat bukan malah yang melakukan represif terhadap umat, rajin melakukan isu anti NKRI dan anti Pacasila terhadap umat, rajin melempar hoax bahwa umat minoritas tertindas, melakukan kriminalisasi ulama dan berbagai ketidak adilan hukum, ekonomi dan sosial bagi umat mayoritas.

Kepala BRT Biro Umum DKI Jakarta Rokman Lizar mengatakan, hal itu merupakan arahan lisan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. “Instruksi lisan dari Pak Wagub, biar kedengaran seluruh Balai Kota,” ujarnya singkat. Namun, pengeras suara itu tidak menjangkau kawasan gedung DPRD DKI Jakarta yang letaknya dapat ditembus pejalan kaki dari belakang Balai Kota. Menurut Rokman, pengoperasian di gedung DPRD berbeda. Sebelumnya, azan dikumandangkan dari Masjid Fatahillah yang dibangun saat kepemimpinan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Masjid itu kemudian diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 Januari 2016.

wp-1523409244367..jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s