Bila Umat Peduli Politik Pemimpinnya Peduli Umat Islam: Wagub DKI Bakal menggaji guru ngaji di pemukiman penduduk

Pemprov DKI bakal menggaji guru ngaji di pemukiman penduduk pada 2018.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang memulai ide itu saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (22/10/2017). Sandi mengatakan, kesejahteran guru ngaji kampung dan marbot masjid di Jakarta kurang mendapat perhatian. Padahal jasa mereka sangat kongkret memperkenalkan huruf hijaiyah dan membina akhlaq anak-anak. Kebijaksanaan gubernur dan wagub DKI yang saat Pilkada DKI 2017 didukung mayoritas muslim mengalahkan kompetitor ternyata membuahkan hasil bagi kepentingan agama dan umat. Beberapa kepentingan umat muslim menjadi lebih diperhatikan. Selain pemberian gaji untuk guru ngaji hal lain adalah pemasangan gema adzan di lingkungan kantor pemprov, pembuatan mushola di setiap stasiun trans Jakarta, dioperbolehkan Monas untuk kegiatan agama, penutupan alexis dan masih banyak lagi. Tampaknya kepedulian umat muslim Jakarta terhadap politik berbuah hasil dengan pedulinya pemimpin yang dipilihnya terhadap umat dan agamanya. Seharusnya hal ini menjadi pengalaman umat muslim ke depan saat memilih pemimpin lainnya terutama dalam Pileg dan Pilpres 2019. Pemimpin harus yang peduli umat bukan malah yang melakukan represif terhadap umat, rajin melakukan isu anti NKRI dan anti Pacasila terhadap umat, rajin melempar hoax bahwa umat minoritas tertindas, melakukan kriminalisasi ulama dan berbagai ketidak adilan hukum, ekonomi dan sosial bagi umat mayoritas.

Sandi menilai kesejahteraan guru ngaji patut ditingkatkan. Apalagi guru ngaji merupakan center of influence, tempat di mana mereka pertama kali, mendapatkan pengajaran agama dan contoh langsung pelaksanaan pelajaran agama itu sendiri. “Pemprov DKI , akan mengupayakan memberikan honor untuk guru ngaji dan marbot masjid,” kata Sandi. ’’Guru ngaji sejahtera Insya Allah murid-murid atau anak-anak mendapatkan pendidikan yang tuntas dan berkualitas,’’ lanjut Sandi.

Pendidikan yang berkualitas, kata Sandi, bisa membuat anak-anak berprestasi. Sandi berjanji akan memasukkan hal tersebut dala. APBD 2018. Karena itu, dia berharap, DPRD DKI bisa mendukung program ini. ’’kompetensi guru, kesejahteraan guru, itu berbanding lurus dengan prestasi siswa,’’ beber Sandi. Selain guru, menurut Sandi, honor juga akan diberikan kepada marbut masjid hingga penggali kuburan. Anggaran itu juga akan diupayakan masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2018. Bagaimana mekanismenya, ujar Sansi, nanti akan dibicarakan secara detail dengan politisi di Kebon Sirih, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan pihak-pihak terkait. ’’Saya berharap, bisa masuk di APBD 2018. Makanya, kami akan kaji terus agar matang saat implemntasi,’’ jelas Sandi. . Pemprov DKI masih mempelajari bagaimana mekanisme penyaluran, criteria guru ngaji, marbot masjid, dan penggali kubur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s