Umat Muslim Indonesia Harus Teladani Umat Muslim Jakarta, Peduli Politik Pilih Pemimpin Peduli Islam

wp-1524041980054..jpg

Umat Muslim Indonesia Harus Teladani Umat Muslim Jakarta, Peduli Politik Pilih Pemimpin Peduli Islam

Kebijaksanaan gubernur dan wagub DKI yang saat Pilkada DKI 2017 didukung mayoritas muslim mengalahkan kompetitor ternyata membuahkan hasil bagi kepentingan agama dan umat. Beberapa kepentingan umat muslim menjadi lebih diperhatikan. Selain pemberian gaji untuk guru ngaji hal lain adalah pemasangan gema adzan di lingkungan kantor pemprov, pembuatan mushola di setiap stasiun trans Jakarta, dioperbolehkan Monas untuk kegiatan agama, penutupan alexis dan masih banyak lagi. Tampaknya kepedulian umat muslim Jakarta terhadap politik berbuah hasil dengan pedulinya pemimpin yang dipilihnya terhadap umat dan agamanya. Seharusnya hal ini menjadi pengalaman umat muslim ke depan saat memilih pemimpin lainnya terutama dalam Pileg dan Pilpres 2019. Pemimpin harus yang peduli umat bukan malah yang melakukan represif terhadap umat, rajin melakukan isu anti NKRI dan anti Pacasila terhadap umat, rajin melempar hoax bahwa umat minoritas tertindas, melakukan kriminalisasi ulama dan berbagai ketidak adilan hukum, ekonomi dan sosial bagi umat mayoritas. Ternyata kekawatiran bahwa pemimpin yang dipilih karena keyakinan agama dan kepedulian terhadap agama Islam tidak membuat kaum minoritas tertindas, kaum minoritas terpinggirkan atau terganggu ibadahnya. Bahkan tudingan intoleransi agama tidak pernah dipikirkan sedikitpun. Sehingga Anis Sandi selalu menghormati dan memberi kesempatan seluas luasnya masyarakat minoritas melakukan kegiatan ekonomi, ibadah dan kehidupan sosialnya yang tetap terlundungi.

Pilkada DKI 2017 tampaknya akan menjadi role model pileg dan pilpres 2019. Pilkada DKI 2017 adalah miniatur pilpres 2019. Saat pilkada DKI 2017 Banyak sekali isu yang dihembuskan pihak tertentu dengan bertujuan melemahkan kebangkitan dan persatuan umat Islam. Isu tersebut dihembuskan salah satu oleh oknum politikus atau masyarakat khususnya pengusaha yang sudah mendapat perlindungan berlebihan dari penguasa dan pelaku politik. Isu tersebut berkisar pada pemisahan politik dari agama, isu tertindasnya minoritas, isu anti Pancasila, isu anti NKRI, isu anti toleransi dan banyak isu sosial lainnya. Justru isu isu tersebut cenderung berubah menjadi hoax yang bertujuan hendak meredam kebangkitan dan kebersatuan umat Islam.

Faktanya Pilkada DKI 2017 menjadi tonggak kebangkitan dan persatuan umat Islam. Fenomena umat mayoritas tersebut dapat merubuhkan calon pemimpin yang didukung kekuatan besar di negeri ini. Kekuatan besar itu mempunyai dana yang tidak terbatas bisa menguasai partai politik, ormas, oknum pemerintah. Sehingga kekuatan uang yang demikian besar dan didukung oleh 9 parpol besar dapat dijungkalkan oleh kebangkitan umat Islam. Kebangkitan umat yang digerakkan oleh kekuatan isnpirasi aksi bela islam 212 membuat kekuatan maha dahsyat yang merubuhkan kekuatan besar yang mencengkeram replubik ini. Inspirasi 212 menumbuhkan kekuatan luarbiasa. Bayangkan jutaan ibu rumah tangga semakin melek politik. Para ibu rumah tangga itu baru tahu bahwa bila umat tidak peduli politik maka akan dipimpin politikus tidak peduli agama dan umat Islam. Kepedulian terhadap politik membuat kepedulian mendukung pemimpin yang peduli Islam dengan melakukan aktifitas media sosial yang menggelora. Hanya berbekal sebuah handphone bukan hanya Muslim Cyber Army para remaja, orangtua para ibu rumah tanggapun berjihad memilih pemimpin yang peduli umat dan agama Islam melalui teknologi media sosial.

Tampaknya kebangkitan umat Islam dan kepedulian umat Islam terhadap politik di Pilkada 2019 bukan hanya terjadi pada masyarakat Jakarta tetapi juga umat muslim di selutuh Indonesia. Hal inilah yang membuat fenomena inspirasi 212 dapat merambah kesegala lenjuru nusantara. Tak pelak lagi aksi bela Islam 212 dipadati oleh umat Islam dari seluruh penjuru nusantara. Bagi yang tidak punya dana beraksi di Jakarta mereka melakukan aksi di media sosial untuk mendukung pemimpin yang peduli umat Islam. Kebangkitan dan persatuan umat inilah yang mebuat pihak tertentu yang selama ini sudah nyaman dan hidup enak dengan ketidakadilan hukum, sosial dan ekonomi di negeri jni menjadi terusik dan panik. Para elit politik, pemimoin ormas, pejabat tinggi dan pengusaha besaryang sudah nyaman dengan kedudukan dan posisinya dalam ketimpangan hukum, ekonomi dan sosial trsebut beramai ramai melawan kebanhkitan umat Islam. Meski ketua parpol, ketua ormasnya, atau penguasa negeri ini menghambat aksi 212 dan aksi memilih pemimpin pilihan umat disrukan terus menerus, tetapi akar rumput di masyarakat tidak peduli. Akhirnya aksi jutaan umat dan kekuatan pilihan politik umat menobatkan pemimpin Jakarta yang kharamah dan fatanah.

Akhirnya hasil kebangkitan dan persatuan umat Islam tersebut menumbuhkan pemimpin negeri yang peduli umat mayoritas dan melindunhi minoritas. Beberapa kepentingan umat muslim menjadi lebih diperhatikan. Selain pemberian gaji untuk guru ngaji hal lain adalah pemasangan gema adzan di lingkungan kantor pemprov, pembuatan mushola di setiap stasiun trans Jakarta, dioperbolehkan Monas untuk kegiatan agama, penutupan alexis dan masih banyak lagi. Tampaknya kepedulian umat muslim Jakarta terhadap politik berbuah hasil dengan pedulinya pemimpin yang dipilihnya terhadap umat dan agamanya. Seharusnya hal ini menjadi pengalaman umat muslim ke depan saat memilih pemimpin lainnya terutama dalam Pileg dan Pilpres 2019. Pemimpin harus yang peduli umat bukan malah yang melakukan represif terhadap umat, rajin melakukan isu anti NKRI dan anti Pacasila terhadap umat, rajin melempar hoax bahwa umat minoritas tertindas, melakukan kriminalisasi ulama dan berbagai ketidak adilan hukum, ekonomi dan sosial bagi umat mayoritas. Ternyata kekawatiran bahwa pemimpin yang dipilih karena keyakinan agama dan kepedulian terhadap agama Islam tidak membuat kaum minoritas tertindas, kaum minoritas terpinggirkan atau terganggu ibadahnya. Bahkan tudingan intoleransi agama tidak pernah dipikirkan sedikitpun. Sehingga Anis Sandi selalu menghormati dan memberi kesempatan seluas luasnya masyarakat minoritas melakukan kegiatan ekonomi, ibadah dan kehidupan sosialnya yang tetap terlundungi.

Fenomena kebangkitan umat dalam peduli politik dan memilih pemimpin yang peduli umat dalam Pilkada DKI 2017 itu akan menjadi inspirasi umat Islam Indonesia dalam Pileg dan Pilpres 2019. Pilkada DKI 2017 akan menjadi inspirasi umat Islam Indonesia untuk peduli politik sehingga akan mendapatkan pemimpin yang peduli umat dan aagama Islam. Pilkada DKI 2017 akan menwp-1524042388647..jpgwp-1523044686928..jpgwp-1523044147195..jpgjadi eferensi utama untuk mendapatkan pemimpin yang menghormati ulama , pemimpin yang tidak mengkriminalisasi ulama, pemimpin yang adil dalam hukum, ekonomi dan sosial untuk swluruh umat muslim Indonesia. Serangan dan serbuan terhadap kebangkitan umat muslim berupa isu sekular atau memisahkan agama dan politik harus dilawan bersama. Apalagi MUI atau jumhur ulama Indonesia mengharamkan sekularisme, pluralisme dan liberakisme dalam Islam.

Memilih pemimpin peduli umat adalah hak umat Islam akan mendapat serangan hebat yang mengeluarkan fitnah bahwa memilih pemimpin peduli umat Islam adalah anti NKRI, anti kebinekaan, anti Pancasila dan intoleransi. Bagamana dikatakan intoleransi dan anti kebinekaan ? Bukankah saudara kuta kaum minoritas tidak dibatasi hak dan kewajibannya dalam mengajukan calon pilihannya dan memilihnya. Kalau mereka bisa menentukan sendiri pemimpin dari golongannya mengapa hmat Muslim dianggap anti NKRI dan aniti kebinekaan saat menentukan pemimpin dari golongannya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s