Fakta Keanehan Arya Permadi, Ustadz Gadungan Abu Janda Dianggap Agen Pemecah Belah Umat Islam

Permadi Arya atau yang menyebut dirinya ustadz Abu Janda Al-Boliwudi belakangan ini membuat pernyataan kontroversial yang dianggap berbagi pengamat muslim dan ulama sebagai orang yang mengadu domba antar umat Islam. Melihat nama julukannya saja sudah menunjukkan bahwa atribut Islam dibuat bahan perolokan dan pergunjingan. Ustadz yang dianggap profesi terhormat itupun dianggap sebagai profesi bahan olok olokan. Dalam berbagai pernyataan yang kontroversial sering menuduh, memfitnah dan menyindir ulama dan umat muslim dengan berkedok anggota ormas terbesar di Indonesia. Hal ini tidak hanya membuat resah umat Islam yang disindir dan difitnahnya tetapi juga membuat gerah ormas yang diakui sebagai kedoknya untuk menyerang umat Isla lainnya. Anehnya akun Facebook Abu Janda yang saat jni sudah diblokir Facebook itu mempunyai banyak pengikut. Unuknya sebagian besar pengikut dan pengagumnya adalah umat non muslim. Fenomena aneh ini tak pelak lagi muncul isu bahwa usradz gadungan itu diselendupkan dalam umat muslim untuk mengadu domba antar umat. Beberapa spekulasi mencurigai bahwa ada kekuatan besar di negeri ini yang memanfaatkan arya permadi sebagai agen pemecah belah umat muslim. Kecurigaan itu semakin besar saat fenomena ustadz gadungan itu muncul bersamaan dengan kebangkitan dan kebersatuan umat Islam dalam aksi bela Islam 212. Apalagi saat itu ustadz gadungan abu janda selalu melakukan tindakan verbal dengan menyindir, memfitnah, membully dan menghina aksi kebangkitan umat muslim 212 tersebut. Meski akun facebooknya sudah diblokir tetapi ustadz gadungan itu masih terus berlanjut bergentayangan mengadu domba umat muslim hingga sekarang.

Fakta Keanehan Ustdaz Gadungan Abu Janda

  • Ustadz gadungan itu pernah menyatakan jika dirinya adalah warga Nahdliyin. Untuk menguatkan hal itu ia pernah mengunggah fotonya bersama Ketua PBNU, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj. Selain mengaku sebagai warga NU, Abu Janda juga mengaku penganut dan alumni pesantren Tarekat Nasabandiyah. Ia bahkan menyebut dirinya merupakan murid dari H Teuku Muhammad Husin (ulama Aceh). Fotonya saat nyantri tahun 1999 pun ia unggah sebagai penguat. Pertanyaan soal apakah Abu Janda NU atau bukan ternyata sudah pernah muncul di situs resmi NU Januari 2017 lalu. Saat itu banyak yang menghubungkan Abu Janda dengan Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Namun Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser Alfa Isnaeni, membantah hal tersebut. Alfa Isnaeni menegaskan jika kader Ansor dan Banser tidak ada yang berwatak demikian. Hal itu setelah Alfa menugaskan kader untuk melacak siapa sebenarnya yang membuat akun Abu Janda tersebut. “Dengan nama akun yang tidak jelas, kita mesti berhati-hati dengan akun model Abu Janda inib. Selain tidak jelas profilnya, kita masih meraba motif dan kepentingannya apa,” ujar Alfa saat itu. Bahkan Foto Abu janda bersama Ketua PBNU, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siradj yang sempat hebohdi media sosial
  • Persoalkan Hadist, Abu Janda di-Skakmat Mahfud MD. Ustadz gadungan Abu Janda kembali jadi perbincangan saat tampil dalam ILC TV One Selasa (5/12/2017). Abu janda sempat telibat perdebatan sengit dengan ustadz Felix Siuaw. Salah satu yang dikritik Abu Janda yang memiliki 350 pengikut di facebook ini adalah tentang hadist. “Hadits itu kan baru ada 200 tahun setelah Nabi wafat,” kata Abu Janda. Pakar Hukum Tata Negara yang juga tokoh NU Mahfud MD menyemprot Abu Janda gara-gara pernyataannya itu. “Ketika Saudara Felix membaca beberapa hadits, lalu dia (Abu Janda, red) membantah mengatakan bahwa ‘hadits itu kan ada 200 tahun sesudah Nabi wafat’. Wah ini sangat bertentangan. Pandangan ini sangat bertentangan dengan tradisi NU,” kata Mahfud MD. “Justru NU mengembangkan hadits itu dan tahu bahwa hadits itu memang ditulis dan diteliti secara resmi dalam ilmu mustholah hadits. Itu tahu orang NU. Orang pesantren tahu bahwa hadits itu dihimpun 200 tahun sesudah Nabi wafat tapi di pesantren, ini dipercaya. Karena apa? Karena setelah diteliti hadits itu ada tingkatannya,” lanjut mantan ketua MK itu. Selain Mahfud, Abu Janda juga diskakmat Felix Siauw. Felix Siauw menyatakan bahwa ia telah ke Museum Turki 15 kali dan di sana tidak ada bendera Rasulullah sebagaimana yang dikatakan oleh Abu Janda. “Saya nggak tahu Abu Janda sudah ke sana atau belum,” kata Ustadz Felix Siauw. Ustadz Felix Siauw juga menjelaskan bahwa bendera yang disebut Abu Janda sebagai bendera Rasulullah itu adalah bendera Turki Utsmani. “Berarti itu adalah sebuah kebohongan publik,” kata Felix
  • Setelah sekian lama meresahkan publik karena tulisan-tulisannya yang kontroversial sembari membawa nama NU, akhirnya akun Abu Janda dibongkar oleh Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni. H Alfa Isnaeni mengatakan, akun Facebook “Abu Janda NU” sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Alumni STAI Diponegoro Tulung Agung itu mengaskan, Ansor dan Banser tidak berwatak demikian. Karenanya, Banser mengajak warga NU dan masyarakat untuk berhati-hati terhadap akun semacam Abu Janda tersebut. “Dengan nama akun yang tidak jelas, kita mesti berhati-hati dengan akun model Abu Janda ini. Selain tidak jelas profilnya, kita masih meraba motif dan kepentingannya apa,” kata Alfa Isnaini di Jakarta, Ahad (8/1/2017), seperti dikutip situs resmi NU. Seperti diketahui, akun “Abu Janda Al Boliwudi” yang kemudian membuat halaman “Abu Janda NU” cukup lama menimbulkan kontroversi di media sosial. Pasalnya, akun tersebut mengaku sebagai aktivis NU bahkan diidentikkan dengan Ansor. Pernyataan resmi Kasatkornas Banser tersebut dinilai sangat tepat untuk menegaskan kepada publik bahwa Abu Janda tidak memiliki hubungan dengan Ansor dan Banser. “Alhamdulillah… akhirnya ada pernyataan resmi juga..,” kata Suryadi. “NU berlepas diri dari akun Abu Janda Al Boliwodi yang suka bawa-bawa nama NU dengan modal selfy..,” kata Edwin Aljabha
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s