Ketua IKAMI: Kasus Puisi Sukma Pendekatan Restorative Justice Oleh Polisi Tidak Bisa Diterapkan

Ketua IKAMI: Kasus Puisi Sukma Pendekatan Restorative Justice Oleh Polisi Tidak Bisa Diterapkan

Ketua Umum Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), Abdullah Al Katiri, menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan menyelesaikan perkara Sukmawati Soekarnoputri dengan pendekatan restorative justice. Maksudnya adalah pendekatan yang menitikberatkan pada rekonsiliasi antara pelaku tindak pidana dan korban di luar penyelesaian secara hukum. Menurut Al Katiri, hal itu bisa saja diterapkan jika objeknya adalah manusia atau masyarakat tertentu dan perbuatannya juga merupakan delik aduan. Sementara itu, perkara yang dihadapi Sukmawati selain delik umum, juga bukan delik aduan. Kemudian, objek perkaranya bukan manusia, melainkan suatu keyakinan atau agama. “Perbuatan tersebut adalah penodaan agama yang dianut oleh umat Islam di seluruh dunia, bukan hanya masyarakat Muslim di Indonesia,” ungkap Al Katiri seperti yang dilansir Republika.co.id, Jumat (6/3).

Al Katiri menambahkan, bagaimana bisa cara mendamaikan suatu kaidah yang merupakan keimanan seluruh penganut Islam. Sebab, yang sudah ternodai adalah agamanya. Jadi, penyelesaian secara restorative justice dalam perkara tersebut adalah suatu yang tidak mungkin atau mustahil dilakukan. “Seperti apa yang akan dilakukan oleh pihak kepolisian ataupun dianjur-anjurkan oleh pihak lainnya,” kata Al Katiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s