Islam Di Afrika, Masuk Karena Misi Penaklukan

wp-1520130179220..jpgIslam Di Afrika, Masuk Karena Misi Penaklukan.

Islam telah mulai dikenal di Afrika pada awal masa berkembangnya, yaitu pada peristiwa hijrah pertama ke Habsyah (Abisinia). Menurut kepercayaan umat Islam, raja Ashamah bin Abjar dan beberapa pengawalnya memeluk agama Islam, setelah mendapatkan keterangan dari para Sahabat Nabi yang hijrah tersebut.

Pada saat ini, Islam merupakan salah satu agama terbesar di Afrika, dengan jumlah penganut kira-kira sebanyak 460 juta jiwa (Friedenthal, 2014). Dari jumlah tersebut, sekitar setengahnya tinggal di wilayah Arab Maghribi di Afrika Utara, yaitu di negara-negara Mesir, Libya, Tunisia, Aljazair, Maroko, dan wilayah Sahara Barat. Komunitas kaum Muslim juga dapat ditemukan tersebar di setiap negara di kawasan Afrika Sub-Sahara. Jumlah penganut Islam diperkirakan masih terus berkembang dengan pesat di Afrika, baik karena aktivitas dakwah maupun pertumbuhan penduduk yang tinggi di komunitas mereka

Agama Islam tersebar secara berkelanjutan di Afrika pada masa Kekhalifahan Rasyidin, dan masuk melalui wilayah-wilayah Mesir, Nubia, Ethiopia, serta Afrika Utara lainnya. Pada awal masuknya Islam di Mesir, penduduk Koptik memberikan dukungan karena pasukan Muslim membebaskan mereka dari tekanan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium). Pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, para panglima Amru bin Ash dan Uqbah bin Nafi memimpin pasukan Muslim hingga Libya, yaitu pada sekitar tahun 21 H. Selanjutnya pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan, para panglima Abdullah bin Abi Sarh dan Abdullah bin Zubair melanjutkan hingga ke Tunisia, dengan mengalahkan pasukan Bizantium (25 H) dan Berber (33 H).

Pada masa Kekhalifahan Umayyah, terjadi beberapa kali pemberontakan Berber di wilayah Afrika Utara, yang berhasil dipadamkan antara lain oleh para panglima Muawiyyah bin Hudaij, Uqbah bin Nafi, Abu Muhajir bin Dinar, Zuhair bin Qais, Hasan bin Nu’man, Musa bin Nusair, dan Thariq bin Ziyad.

Penyebaran Islam kemudian tersebar lebih jauh lagi dengan melintasi Gurun Sahara, terutama oleh kaum Murabithun yang pada abad ke-11 menaklukkan Maroko, Ghana, dan daerah-daerah lainnya. Selanjutnya kaum Muwahiddun melanjutkan ke Afrika Barat dan Afrika Tengah sampai pada 541 H. Setelah itu timbullah kerajaan-kerajaan Islam yang didirikan oleh suku-suku penduduk asli pedalaman Afrika di Mali, Chad, Sudan, Nubia, Somalia, Zanzibar, Malawi, Kongo, dan Mozambik yang terus melanjutkan penyebaran agama Islam melalui dakwah dan pedagangan pada abad-abad selanjutnya

Islam Di Afrika, Masuk Bukan Misi Penaklukan.

Guru besar sejarah arsitektur dari Universitas California Berkeley, AS, Ne zar al-Sayyad, mengungkapkan, ada beberapa faktor yang mendorong bangsa Arab melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah lainnya. Antara lain untuk menjalankan misi Ilahiah dalam menyebar kan syiar Islam, memelihara kekuasaan politik di bawah kontrol kelompok elite Arab, serta mendapatkan keuntungan dari sumber daya alam di tanah yang telah ditaklukkan.

Kendati demikian, ekspansi oleh bangsa Arab tidak selalu menghadapi konfrontasi di wilayah-wilayah yang mereka taklukkan. Seperti di Damaskus dan Sisilia, dominasi bangsa Arab di sana justru membawa dampak yang jauh lebih positif dibandingkan eksploitasi yang kerap dilakukan oleh rezim Bizantium (Ro mawi Timur) pada masa-masa sebe lumnya.

Sebaliknya, penetrasi Islam di wila yah Sub-Sahara Afrika yang terjadi seki tar abad ke-9, justru bukan melalui misi penaklukan. Melainkan karena adanya hubungan perdagangan. Pada zaman itu, wilayah tersebut memang termasuk salah satu kawasan yang lazim dilintasi oleh para kafilah dagang.

Al-Sayyad men jelaskan, ada dua rute perdagangan yang ikut membentuk pengaruh Islam di Afrika Barat. Yang pertama adalah jalur yang menghubungkan negeri-ne geri Maghribi (Maroko, Aljazair, Tunisia, dan Libya) dengan pusat-pusat perdagangan emas Berber-Afrika seperti negeri Soninke (Ghana sekarang).

Jalur perdagangan lainnya adalah rute timur yang menghubungkan Sudan Tengah, Kanem, Bornu, serta negaranegara Hausa dengan Libya, Tunisia, dan Mesir. Meskipun terdiri dari berbagai daerah dan etnis, tapi salah satu faktor pemersatu Islam di Afrika adalah dominasi mazhab Maliki—yang kebanyakan diikuti oleh masyarakat Maghribi.

Referensi

  • Riswanto, Arif Munandar (2010-05-06). Khazanah Buku Pintar Islam 1 (dalam bahasa Inggris). Mizan
  • Pustaka.M. Hasbi Ash Shiddieqy (2000). Tafsir al-Qur’anul Majid an-Nuur: Surat 5-10. Pustaka Rizki Putra.Friedentha
  • l, Lora (2014-09-29). Religions of Africa (dalam bahasa Inggris). Simon and Schuster. ISBN 97814222889
  • 24.MA, Prof DR H. Abuddin Nata (2015-02-01). Studi Islam Komprehensif. Prenada Media. ISBN 9786028730860.Saleh, Qasim A.; Ibrahim, Muhammad A. (2014-01-01). Buku Pintar Sejarah Islam. Serambi Ilmu Semesta. ISBN 9786021791950.
  • Jayanya Islam di Afrika dan Sub Sahara Berkat Jasa Pedagang. http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/dunia/18/04/11/p70qll313-jayanya-islam-di-afrika-dan-sub-sahara-berkat-jasa-pedagang

wp-1518774786199..jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s