Benarkah Jalan Tol Jokowi Mahal dan Tol Non Jokowi Lebih Murah ?

Benarkah Ada Tol Jokowi dan Tol Non Jokowi.

Tersebar luas anekdot di kalangan sopir atau pengemudi, terdapat tol Jokowi dan Tol Non Jokowi. Kalau Tol Non Jokowi yang di bangun Era Pak Harto sampai SBY pasti murah. Tetapi kalau Tol yang di resmikan Jokowi pasti mahal dan para sopir bahkan pemilik mobil pribadi enggan lewat sebab mahal. Sehingga banyak tol Jokowi sepi dan lenngang, seperti tol Surabaya Kertosono atau Tol Becakayu.

Saat melewati Tol Surabaya -Kertosono berkali kali selalu sepi jarang sekali kendaraan lewat. Padahal jalur jalur biasa Surabaya Kertosono sering macet. Seharusnya jalan tol akan jadi pilihan utama tapi ternyata lengang. Sangat mungkin alasan utamanya adalah harga tol sangat mahal. Surabaya Mengkreng Kertosono tarifnya Rp 83.000,-. Bila diteruskan sampai Ngawi sekitar Rp 150.000,-. Kalau dilamjutkan sampai Solo bisa mencapai Rp 250.000,-. Kalau sampai Semarang Rp 300.000,-. Bila diteruskan hingga ibukota Jakarta mungkin bisa mencapai sejuta.

Ternyata bukan cuma Surabaya Kertosono, Tol BecakAyu juga sangat sepi jawabannya sama harga tol mencekik rakyat. Hal inilah yang membuat sindiran dan anekdot bahwa jalan tol Jokowi mahal. Bagi sopir yang kritis pasti akan berpikiran kenapa tarif tol tidak memihak rakyat tetapinmemihak investor. Apalagi dengan kondiai keuangan yang catut marut maka bisnis tol mhngkin tidak terlau menguntungkan. Penhamat menduga

Gubernur Jawa Timur Keberatan

Gubernur Jatim Soekarwo mengajukan keberatan atas tarif tol Surabaya-Kertosono yang dinilai mahal. Dia mengusulkan ada hitung ulang agar fungsi keberadaan tol bisa membangkitkan ekonomi. “Dua hari itu saya cek (tol Surabaya-Mojokerto,red), kok sepi. Truk gak ada yang lewat (karena,red) ongkosnya mahal. Lebih baik dia macet lewat bawah,” ujar Pakde Karwo, sapaan karib Soekarwo, Selasa (30/1). Gubernur kelahiran Madiun tersebut menghitung, dengan harga Rp 82 ribu dan panjang 76,97 km terlalu mahal. Memang harga tersebut masih bisa terjangkau. Namun berbeda halnya dengan truck angkutan barang. “Kalau truck berapa, itu mahal. Saya harus usul, salah satunya menghitung kontrak pemerintah dengan pihak ketiga. Yang tadinya dikembalikan 25 tahun diperpanjang 35 tahun. Agar ongkos biaya murah,” jelasnya. Dengan begitu, Build, Operate and Transfer (BOT) ikut diperpanjang. Sehingga tarif tol bisa lebih ditekan lagi dan masyarakat pun bisa menikmati dengan tariff murah.

Pakde Karwo menyarankan, agar pemerintah mengambil keuntungan belakangan. Sebab, yang terpenting itu adalah rakyat bisa meraih untuk serta meningkatkan perekonomiannya. “Saya masih diskusi ini dengan Pak Menteri PU agar jangan sampai ini tidak sependapat. Tapi saya harus cari solusi,” bebernya. Dia mengaku, saat ini tengah menghitung dengan beberapa pihak tentang berapa harga yang bisa dijangkau masyarakat. Dia mengaku sudah ada hitungan perubahan. Hanya saja, Pakde Karwo masih merasa perlu tarifnya tetap ditekan. Tercatat untuk harga golongan dua, yakni truck dengan dua gandar harganya mencapai Rp 103 ribu. Harga tersebut terbilang mahal. Padahal dibangunnya tol tersebut untuk memperbaiki perekonomian masyarakat. Anggota Komisi D DPRD Jatim, Achmad Heri menegaskan, tarif yang telah ditetap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, masih mahal dan membebani masyarakat. Padahal yang utama dibangunnya tol untuk membantu masyarakat pelaku ekonomi, karena dapat mempersingkat waktu sekitar 2 jam.

Tampaknya pemerintah pusat dan pemerintah daerah propinsi mempunyai kebijaksanaan dan oerhatian yang berbeda terhadap rakyat. Kepedulian terhadap rakyat tampaknya lebih dirasakan pejabat pemerintah daerah. Mudah mudahan pemerintah pusat dan pemerintah daerah lainnya mendapatkan inspirasi dari gubernur Jawa Timur atas perhartiannya terhadap rakyat. Bahkan kepala pemerintah daerah yang lain harus berani mengikuti langkah gubernur Soekarwo. Mau berbeda pendapat dengan pemerintah pusat, demi rakyat. Kalau perlu semua tarif tol yang mencekik rakyat harus direvisi oleh pemetintah pusat agar tidak memberatkan rakyat.

Sumber: jawapos

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s