Strategi Licik Snouck Hurgronye: Jauhkan Politik Islam, Habisi Ulama dan Batasi Ulama Ritual Ibadah

Strategi Licik Snouck Hurgronye: Jauhkan Politik Islam, Habisi Ulama dan Batasi Ulama Ritual Ibadah

Sejarah perjuangan bangsa adalah pengalaman terbaik bangsa ini untuk melangkah maju ke depan untuk membentuk kebangkitan dan persatuan umat Muslim. Dalam beberapa tahun belakangan ini persatuan dan kebangkitan umat semakin menguat sehingga berbagai pihak berkepentingan untuk meredamnya. tampaknya strategi Snouuck Hurgonye yang licak untuk meredam kebangkitan umat muslim telah digunakan pihak tertentu

Sewaktu di Aceh, mulai bulan Juli 1891 sampai Februari 1892, perannya hanya murni bersifat politis. Dia ditunjuk sebagai “Penasihat Bahasa Timur dan Hukum Mohammed”. Buku “Orang Aceh” yang ia tulis, sebenarnya berisi laporan yang dia tulis untuk memberikan nasihat kepada pemerintah kolonial Belanda.

Nama resmi proyek penelitian ini adalah “Laporan situasi keagamaan dan politik di Aceh (Verslag omtrent de religieus politieke toestand in Atjeh)”. Laporan ini panjangnya lebih dari 1000 halaman, dan buku “Orang Aceh” terdiri dari dua bab pertama dari laporan tersebut. Pemerintah Belanda mengumumkan bagian ketiga dari laporan tersebut sebagai “rahasia negara”, dan akibatnya disembunyikan dari masyarakat sampai tahun 1957.

Pesan utama dalam “Laporan situasi keagamaan dan politik di Aceh” adalah bahwa perlawanan di Aceh tidak benar-benar dipimpin oleh Sultan, seperti yang selalu dipikirkan Belanda, namun oleh Ulama. Oleh karena itu, Snouck menyarankan agar pemerintah Belanda mencoba menyuap Sultan, dan menganiaya Ulama dengan kekuatan penuh. Dia berkata:

“Tidak mungkin bernegosiasi dengan Ulama. Ajaran dan minat mereka menyiratkan bahwa mereka hanya akan mendengarkan kekerasan. Memukul mereka di tempat yang menyakitkan, sehingga orang Aceh akan takut untuk bergabung dengan pemimpin geng ini, merupakan syarat mutlak untuk memulihkan ketertiban di Aceh.”

Saran Snouck Untuk Belanda: Bunuh Para Ulama, Karena Mereka yang Menggerakkan Ummat!

wp-1526151512099..jpg

Untuk menghadapi para ulama, Snouck menyarankan agar pemerintah Hindia Belanda menggunakan kekerasan. Tujuannya adalah:

“Pada akhirnya, para ulama tersebut harus mengakui. Mereka harus menjauhkan diri dari ajaran Jihad. Mereka harus beralih ke ajaran yang merugikan mengenai Hari Akhir. Pada saat itu, Islam akan berbeda dari agama besar lainnya hanya melalui ajarannya tentang ibadah dan ritual yang harus dilakukan untuk pencapaian kebahagiaan abadi “

Snouck menginginkan kekerasan terhadap Ulama sehingga mereka berhenti berbicara tentang Jihad, Negara Islam, dan konsep-konsep lain dari “Islam politik”; dan ke depan para Ulama hanya akan berbicara tentang Hari Kiamat dan ritual ibadah.

Pada tahun 1898 Van Heutsz kemudian menunjuk Snouck sebagai penasihatnya di Aceh. Snouck menjadi penasihat Van Heutsz sampai tahun 1901. Van Heutsz memerintahkan seluruh tentaranya untuk mengikuti nasehat Snouck. Secara reguler, ia mengirim Snouck bersama dengan tentara dalam ekspedisi militer.  Van Heutsz pun dijuluki “pedang Snouck”.

  • Tentara Belanda kemudian memulai sebuah kampanye yang fokus utamanya adalah untuk menemukan dan membunuh para Ulama Aceh. Mereka sukses dengan strategi tersebut, hingga akhirnya mendeklarasikan kemenangan pada tahun 1903, 30 tahun setelah perang dimulai.
  • Tak lama setelah pengumuman ini, banyak gambar muncul dari medan perang di Aceh. Mereka menjelaskan bahwa kebanyakan “medan perang” perang Van Heutsz dan Snouck sebenarnya adalah desa-desa di Aceh. Untuk menemukan dan membunuh para Ulama, tentara Belanda secara rutin pergi ke desa-desa dan membunuh setiap orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Setelah Perang Aceh, Snouck tetap menjadi penasehat pemerintah Belanda. Dia juga memberi nasihat terkait pemberontakan di wilayah lain, seperti Djambi, Krintji, Bandjarmasin, Riau.

sumber : http://www.seraamedia.org

wp-1523044686928..jpgwp-1523050562084..jpgwp-1526160445239..jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s