Ngabalin: Jokowi Wakil Tuhan Di Muka Bumi, pakar Kristologi: Istilah Bagi Paus, Yang Tidak Mungkin Salah

Ngabalin: Jokowi Wakil Tuhan Di Muka Bumi, Pakar Kristologi: Istilah Bagi Paus, Yang Tidak Mungkin Salah

Belum lama menjabat sebahai Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabali menyebutkan satu blunder yang justru terkesan membuat prsepsi Jokowi menjauh dari umat muslim. Penyebutan Jokowi sebagai wakil Tuhan di muka bumi justru dianggap bahwa itu adalah istilah khas pemimpin umat katolik yang tidak bisa disalahkan di muka bumi. Bila hal itu benar maka ssbutan Jokowi wakil Tuhan menjadi kontra produktif bagi citra Jokowi yang saat ini dianggap menjauh dari umat muslim. Di saat Jokowi rajin mengunjungi pesantren dan ulama untuk memperbaiki citranya itu muncul istilah yang tidak islami itu tampaknya akan membuat masalah baru bagi Jokowi di mata umat Islam. Karena hampir mirip pemimpin umat Katolik yang tidak pernah salah.

Terkait Istilah “Mewakili Tuhan di Muka Bumi”, Pakar Kristologi Angkat Bicara Jubir pemerintah yang baru diangkat, Ali Mochtar Ngabalin langsung tancap gas membela Presiden Joko Widodo. Politisi Golkar yang selalu tampil khas dengan sorban di kepalanya ini mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bekerja sangat baik, mengemban tugas mulia sebagai wakil Tuhan di muka bumi. “Saya berkewajiban kasih tahu bahwa pemerintah (Jokowi) ini baik, pemerintah ini menjalankan tugas mulia mewakili Tuhan di muka bumi,” kata Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin di hadapan wartawan.

Menanggapi hal itu, Pakar Kristologi Irena Handono angkat bicara. Menurutnya, istilah Wakil Tuhan di Muka Bumi adalah istilah khas umat Katholik. “Istilah ‘Wakil Tuhan di Muka Bumi’, adalah istilah khas umat Katholik. Gelar ini hanya dimiliki oleh PAUS/POPE, dimana seorang Paus sebagai wakil Tuhan di Muka Bumi, tidak mungkin salah (Papal Infallibility)” kata Irena Handono. “Sedangkan KHALIFAH, adalah seorang Pemimpin umat dalam sistem pemerintahan Islam. Khalifah tidak ‘maksum’ bisa saja salah, bahkan jika berbuat maksiat harus dilepas dari jabatan sesuai mekanismenya.” tutup Irena.

Sumber : opini-bangsa.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s