Ketika Pembela Penista Mendadak Pembela Agama

Ketika Pembela Penista Mendadak Pembela Agama ketika penista lecehkan ayat surga ratusan juta umat hijau memanas, penuhi medsos hujat penista jutaan umat putih membara, banjiri monas bela agama tetapi sebagian umat abu abu, sembunyi di ketiak penguasa justru bela penista ketika penyair lecehkan indahnya suara adzan dan anggunnya baju muslim sebagian besar umat hijau memanas, … Continue reading Ketika Pembela Penista Mendadak Pembela Agama

Advertisements

Asmat oh Asmat, Harus Kerja Bukan Citra

asmat oh asmat tragedi kesehatan paling buruk sepanjang sejarah penguasa di tengah janji akan bangun 50 ribu puskemas justru 71 orang meninggal akibat wabah campak dan gizi buruk menyedihkan yang temukan bencana justru relawan agama, bukan abdi negara mengapa saling tuding siapa berdosa, padahal negara tidak perhatikan warga akhirnya kartu kuningpun diacungkan mahasiswa asmat oh … Continue reading Asmat oh Asmat, Harus Kerja Bukan Citra

“Wahai Penyair Berkonde, Siapakah Kamu Sebenarnya ?”

"Wahai Penyair Berkonde, Siapakah Kamu Sebenarnya ?" ketika sebagian besar umat memuliakan ulama bukan karena mereka tahu syariat tetapi hati putihnya berusaha terus mencari kebenaran cahaya surgawi ulama adalah warisan hidup legenda kehebatan nabi ulama adalah pemutih lunturnya hati ulama adalah penyejuk demamnya jiwa TETAPI KAMU TERUS MENCOBA MENGKRIMINALISASIKANNYA BUKAN KARENA KAMU TIDAK TAHU SYARIAT … Continue reading “Wahai Penyair Berkonde, Siapakah Kamu Sebenarnya ?”

Puisi Taufik Ismail untuk PALESTINA, Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu

    Puisi Taufik Ismail untuk PALESTINA, Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu oleh Tufiq Ismail Ketika     rumah-rumahmu diruntuhkan bulldozer  dengan suara gemuruh menderu, serasa pasir  dan batu bata dinding kamartidurku bertebaran  di pekaranganku, meneteskan peluh merah dan  mengepulkan debu yang berdarah. Ketika     luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu … Continue reading Puisi Taufik Ismail untuk PALESTINA, Palestina, Bagaimana Bisa Aku Melupakanmu